Selasa, 20 Agustus 2019
hukum doa qunut saat sholat subuh
Kamis, 15 Agustus 2019
Cara sholat agar khusyu
- surah 2, ayat 45-46 yang berbunyi "dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. dan (sholat) itu sungguh berat kecuali orang-orang yang khusuk, (yaitu) mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya". suatu ketika kita mendapatkan undangan dari bupati untuk menghadap, apa yang akan kita lakukan? hal sederhana yang akan kita lakukan tentunya kita akan menyiapkan pakaian terbaik kita untuk menghadap bupati, maka disini sifat khusyuk pertama bagi orang yang khusyuk adalah dia akan menyiapkan pakaian terbaiknya untuk memenuhi panggilan Allah. Qur'an surah ke 7 ayat 31 berbunyi "Wahai anak cucu adam! pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan". kita bertemu dengan pencipta kita, pemberi kita rizki, pemberi segala kebutuhan kita, pengampun kesalahan kita, penyembuh segala penyakit, pakaian kita biasa-biasa saja, silahkan cek diri kita masing-masing apakah selama ini kita telah mengenakan pakaian terbaik kita untuk menghadap Allah melalui sholat kita?. disini mungkin akan ada pertanyaan, bukankah aurat laki-laki mulai dari pusar sampai lutut, sedang syarat sah sholat adalah menutup aurat kita. baik disini penulis hanya ingin mengatakan silahkan pembaca setelah membaca tulisan ini sampai masjid imam masjid suruh pakai kaos singlet dan pakai celana 3/4 dan minta dia meng-imami sholat apa yang akan terjadi?? pasti makmum akan mengatakan "woooo... wong gemblung". betul syarat sah sholat adalah menutup aurat kita namun dilihat dari kewajarannya ya tentunya tidak mungkin lah kita menggunakan pakaian alakadarnya untuk menghadap Allah, sedangkan menghadap bupati saja kita menginginkan menggunakan pakaian terbaik kita, paling minim sempurnakanlah wudhu kita, surah 5 ayat 6 berbunyi "Wahai orang-orang yang beriman! apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan basuh kedua kakimu sampai kedua matakaki. jika kamu junub, maka mandilah. dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkanmu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur". nah setelah kita mempersiapkan pakaian kita dan menyempurnakan wudhu maka anggaplah ini adalah panggilan terakhir Allah terhadap kita untuk beribadah. tanamkan itu sedalam dalamnya dalam hati kita, anggap lah bahwa sholat kita yang akan kita lakukan adalah sholat terakhir kita. nah itulah cara pertama.
- kemudian cara kedua adalah, surah 29 ayat 45 mengatakan "Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (muhammad) dan laksanakanlah sholat. sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. dan (ketahuilah) mengingat Allah (Sholat) itu lebih besar (keutamaannnya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". dalam bahasa arab di awal ayat berbunyi "Uthlu ma ukhiya" nah uthlu di sini artinya adalah BACALAH, sama dengan Iqro artinya juga BACALAH. namun perbedaan "uthlu" dan "iqro" adalah jika "iqro" hanya sekedar membaca, oleh karenanya pembaca Al Qur'an disebut Qori dan hanya sekedar membaca tanpa mengetahui maknanya. namun "uthlu" artinya tidak sekedar membaca, namun Bacalah, Pahami, dan Amalkan. nah dari jaman dahulu saat acara formal dan terdapat sesi pembacaan Al-Qur'an maka akan ada satu lagi orang yang membacakan terjemahannya yang disebut tilawah. disini fungsi tilawah adalah agar para pendengar yang tidak mengetahui maknanya bisa memahami dan nmengamalkan apa yang dibaca oleh Qori. nah jadi awal ayat yang menyatakan BACALAH KITAB (AL QUR'AN) itu berati bukan hanya membaca namun pahami juga, jadi saat sholat sebaiknya pahami juga makna apa yang kita baca. nah pertanyaannya adalah terus untuk yang tidak bisa artinya bagaimana dong?? nah untuk yang tidak tau artinya belilah Al-Qur'an dan terjemahannya, juga belilah buku tuntunan sholat lengkap, jika tidak mau keluar rumah coba download di play store pasti ada. nah setelah itu baca surah surah yang kita hapal kemudian baca pula artinya dan pahami maknanya, kemudian di tuntunan sholat cari juga apa arti "ALLAHUAKBAR", cari apa arti "SUBHANA ROBIYAL ADHIMI WABIHAMDI" dan seterusnya. setelah surah pendek kita tau apa maknanya, kemudian terapkanlah saat sholat, mulut membaca pikirkanlah makna bacaan kita. nah itulah yang akan membuat efek godaan setan khinzib/khanzab ini berkurang.
Selasa, 13 Agustus 2019
Anak sebagai "Aset" paling berharga
Sobat muslim yang di muliakan allah..
Tentu kita semua tau bahwa kematian adalah suatu hal yang pasti akan terjadi menimpa siapa pun yang hidup, siapa pun dan dimana pun pasti akan menemui kematian yang waktunya memang tidak akan di ketahui oleh siapapun.
Bagi kita umat muslim yang beriman tentunya akan meyakini yang di sebut sebagai "hari pembalasan" hari dimana semua orang akan mempertanggung jawabkan apa-apa yang telah di perbuat mereka ketika di dunia.. Kepastian kematian yang tidak di ketahui baik penghuni langit maupun penghuni bumi ini lah yang membuat kita harus "berlomba-lomba" dalam menabung kebaikan.
Nah dalam hal pahala ada 2 macam bentuk pahala yang bisa kita kerjakan agar bisa kerjakan.
Pertama yaitu pahala yang diberikan setelah kita mengerjakan kebaikan, misalkan sholat, membaca alquran dll..
Kedua yaitu pahala yang diberikan allah kepada kita dan akan terus diberikan walapun kita telah meninggal, pahala ini yaitu sedekah yang kita berikan untuk kepentingan banyak orang selama itu masih di Pakai orang lain untuk kebaikan maka pahala akan terus mengalir.. Misal ilmu agama yang kita bagikan ke orang-orang, membangun masjid untuk umum dll.. Yang selanjutnya adalah anak Sholeh/sholehah.
Nah kali ini kita akan membahas tentang pahala yang akan kita dapatkan jika kita menginvestasikan anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Sabat pasti lah tau salah seorang sahabat nabi yang bernama ibnu abbas, beliau adalah sahabat sekaligus sepupu dari rosulullah Muhammad saw. Beliau adalah seorang yang berpengetahuan luas dan banyak hadis sahih yang di riwayatkan melalui beliau, sampai meninggalnya beliau hadis yang di hafal oleh beliau kurang lebih sebanyak 2.000 hadis, namun apakah sobat tau bahwa nama ibnu abbas yang sebenarnya adalah Abdullah bin abbas. Ayah beliau bernama abbas bin Abdul muththolib adalah seorang pedagang yang kaya raya, namun meski beliau adalah orang kaya namun berorientasi tentang akhiratnya, dengan kesibukan beliau sebagai seorang pedagang beliau berhasil mendidik anaknya Abdullah menjadi ahli hadis. Abbas sering mendatangi majelis yang di pimpin langsung oleh rosulullah, dan saat Abdullah kecil beliau di doakan oleh rosulullah di mintakan kepada Allah agar sang anak bernama Abdullah Putra dari abbas bin muththolib diberikan kemudahan dalam pemahaman tentang agama, dan benar saat Abdullah dewasa saat itu ayahnya hanya mampu menguasai 200 hadis namun anaknya mampu menguasai 2.000 hadis, maka oleh rosulullah di panggil ibnu abbas, yang berarti anak dari abbas. Yang menarik disini adalah mengapa namanya dikenal dengan nama ayahnya? Mengapa tidak Abdullah bin abbas?
Yang perlu sobat muslim ketahui disini adalah, keberhasilan abbas dalam mendidik anak menjadi sosok yang mampu untuk memahami agama menjadi ahli surga ternyata pahala dari hadis yang disebarkan yang diberikan allah untuk Abdullah bin abbas juga mengalir ke ayahnya abbas bin muththolib tanpa di kurangi sedikit pun. Dan pemikiran abbas tentang akhirat juga di investasi kan kepada anak pertama nya yang bernama fadl bin abbas, jika sobat muslim tau pada saat baginda nabi akan meninggal di pangkuan istrinya beliau saat itu berwudhu terlebih dahulu, nah pertanyaannya siapa kah yang membawa kan air saat beliau berwudhu? Dan dia lah anak pertama abbas yaitu fadl bin abbas.
Nah sahabat muslim, dari paparan kisah ibnu abbas diatas mari kita ambil hikmahnya, bagaimana sosok seorang saudagar kaya yang masih berhubungan dekat dengan nabi saja masih mampu mendidik anak anaknya menjadi seorang ahli agama, mari kita lihat diri kita, dekat dengan nabi juga engga, kaya juga belum tentu kaya, kepastian masuk surga juga masih burem.. Bagaimana kita mendidik anak terkadang juga masih mengadalkan asisten rumah tanggal atau babysitter, kasih makan keluarga juga ga tau halal atau haram juga masih ga jelas..
Oleh karenanya sobat muslim yang di muliakan allah, mari mulai saat ini kita didik anak anak kita menjadi ahli agama, coba mari kita lihat sosok naja hafidz dan Kayla hafidz, dua anak ini merupakan anak yang memiliki keterbelakangan, naja dengan kekurangan lemah otak ternyata dia mampu menghafal 30 juz kita allah, Kayla dengan dengan yang tidak mampu melihat dunia ternyata dia juga mampu menghafal 30 juz kitab allah. Perlu sobat muslim ketahui, setiap huruf yang di bacakan oleh anak anak ini pahalanya juga akan mengalir kepada orang tuanya tanpa di kurangi sedikitpun, meski orang tuanya kelak meninggal. Dan pahala tersebut akan terus dan terus mengalir selama sang anak ini membaca ayat ayat dalam al qur'an. Dan hebatnya lagi pahala yang diberikan kepada anak yang membaca alquran tiap tiap huruf nya akan diberikan kebaikan sebanyak 10x kebaikan, dan penghafal alquran akan diberikan pahala dalam tiap tiap huruf yang di bacanya akan diberikan kebaikan sebanyak 700x kebaikan.. Dan pahala tersebut juga akan mengalir kepada kedua orang tuanya tanpa di kurangi sedikit pun.. Subhanallah.....
Nah sobat muslim yang di muliakan allah, coba kita renungkan sejenak sejak kita akhir baligh hingga saat sobat muslim baca tulisan ini, telah berapa banyak dosa dosa yang telah kita lakukan baik yang kita Sengaja maupun tidak kita sengaja, dan kebaikan kebaikan apa saja yang sudah kita lakukan.. Apakah cukup dengan sholat? Tahukah sobat sholat itu adalah amalan dasar bagi muslim, namun sholat juga bisa kita jadi kan sebagai penggerus dosa kita jika dilakukan dengan berjamaah.. Jika sobat muslim masih suka sholat sendiri tanpa berjamaah maka kebaikan yang di dapat juga akan standar saja, kita asumsi kan jika sholat sendiri pahala kebaikannya adalah 10x kebaikan maka sholat berjamaah pahala kebaikannya adalah 27x lebih besar atau sama dengan 270 kali kebaikan..
Nah coba lah renungkan sejenak bagaimana sholat kita? Apakah masih sering sendiri atau berjamaah.
Saya berharap jika pembaca adalah seorang anak mari kita renungkan apa yang mau kita berikan kepada orang tua kita, balasan apa yang mau kita berikan selain berusaha menjadi seorang anak yang soleh yang akan mentransferkan pahala kepada orang tua kita, jika pembaca adalah seorang orang tua mari kita pikirkan investasi apa yang akan kita bangun untuk bekal kematian kita?
Saya berharap semoga sedikit tulisan ini bisa mengubah mindset kita tentang investasi akhirat kita.