Selasa, 20 Agustus 2019

hukum doa qunut saat sholat subuh

sahabat muslim yang insya allah di berkahi allah..

kali ini saya akan membahas permasalahan klasik yang sebenarnya tidak perlu untuk kita bahas, karena memang tidak perlu diperdebatkan, namun permasalahan ini tidak akan selesai tanpa adanya pengetahuan di dalam memahaminya. banyak orang yang mengatakan dalam permasalahan ini seperti ini. "yang pakai doa qunut benar, yang ga pakai doa qunut juga benar, dan yang tidak benar adalah yang tidak sholat". namun bagi kita orang awam tentang agama pasti lah akan muncul pertanyaan dalam benak kita, "sebenarnya yang betul itu yang memakai doa qunut atau tidak?" karena jujur saja saya pribadi masih sering melihat beberapa teman yang senang sekali membahas hal-hal ini bahkan seringkali berdebat mengenai ini karena mereka tidak paham tentang kejadian atau awal mula munculnya doa qunut. 
berbicara masalah hukum disini berbeda dengan sikap hukum, saya berikan contoh saat membacakan "BISMILLAH" di awal sholat itu ada 4 hukum, pertama tidak dibaca, kedua dibaca sir / pelan (sir = dibaca pelan namun masih terdengar oleh orang tersebut), ketiga dibaca jahr / keras, keempat dibaca di rokaat pertama saja kemudian rokaat selanjutnya tidak dibacakan. nah dari empat-empatnya ini adalah hukum membaca bismillah saat sholat, nah sikap hukum adalah hak seseorang untuk memilih hukum mana yang sesuai menurut dirinya, dan dalam hal pembacaan bismillah ini kita wajib memilih salah satu dari ke empat hukum tersebut diatas. oleh karenanya dalam menentukan sikap hukum disini boleh berbeda, asal masih dalam kerangka hukum yang sama, dan ini tidak perlu kita diperselisihkan, karena kita tidak bisa memaksakan sikap hukum orang lain harus sama dengan kita. 
kemudian dalam konteks doa qunut ini sejarah awalnya adalah pada saat awal penyebaran islam pertama saat itu rosulullah kedatangan tamu dari salah satu wilayah yang jauh dengan pusat penyebaran islam pertama, dan tamu tersebut mengatakan bahwa banyak orang di daerah tersebut masuk islam, mendengar ini pun nabi sangat senang. karena si tamu ini meminta rosulullah mengirimkan guru-guru untuk mengajarkan islam maka nabi pun mengutus 70 orang penghafal Qur'an untuk ke daerah tersebut. dalam salah satu riwayat mengatakan pada saat nabi menunaikan sholat subuh (ada yang mengatakan saat sholat magrib) kemudian nabi kedatangan malaikat jibril yang mengatakan bahwa tamu yang datang kepada nabi meminta guru untuk mengajarkan islam telah menipu nabi, dan yang sebenarnya adalah para penghafal Qur'an yang diutus nabi telah dibantai dan dibunuh. disini sisi kemanusiaan nabi pun muncul dan nabi marah saat itu, kemudian setelah kejadian pembantaian tersebut dalam sholat rosul berdoa kepada allah ya allah hukumlah si fulan, laknatlah si fulan dan ini berlangsung selama satu bulan. hingga kemudian Allah pun menurunkan Surah 3 (Ali'Imran) ayat 128-129, yang artinya "itu bukan menjadi urusanmu (muhamnmad) apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim. dan milik Allah-lah apa yang dilangit dan apa yang dibumi. Dia mengampuni siapa yang di kehendaki, dan mengazab siapa yangh dikehendaki. dan Allah maha pengampun, maha penyayang". seorang nabi yang paling dekat dengan Allah, paling disayang Allah, dijamin masuk surga kemudian berdoa meminta kepada Allah untuk mengazab oarang-orang yang telah membunuh pengafal Qur'an di jawab oleh Allah dengan jawaban yang mengejutkan, nah disini Allah menekankan kepada utusan Nya agar tidak ikut mencapuri yang bukan urusannya, dan yang menerima tobat serta mengazab adalah hak Allah. walaupun hanya sebatas doa jika itu adalah doa yang jelek tinggalkan, berdoalah dengan yang baik-baik. kemudian setelah ayat ini turun muncul lah dua kejadian, kejadian pertama adalah nabi kemudian tidak melakukan doa yang meminta melaknat dan menghukum si fulan karena kesalahan dan dosa dosanya, namun nabi menggantinya dengan doa-doa yang baik-baik yang dipenuhi dengan ketaatan kepada Allah, nah dalam bahasa arab sesuatu yang baik yang dimohonkan dengan di barengi dengan ketaatan kepada Allah SWT selanjutnya disebut dengan QUNUT. kemudian doa-doa yang dibacakan nabi setelah turunya ayat tersebut adalah sebagai berikut;

"Allaahumahdinii fiiman hadait, Wa aafinii fiiman aafait, Watawallani fiimantawallait, Wabaariklii fiimaaa toit, Waqini birahmatika syaramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha alaik, Wainnahu layadzillu mawwalait, Walaya idzuman aadait, Tabarak tarabannaa wata aalait, Falakal hamdu alamaa qadhait, Astagfiruka wa atuubu ilaik, Washallalloohu ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ala aalihi washahbihi wabaarik wasallam" (wikipedia)

yang artinya:
Ya Allah semoga Engkau memberikan petunjuk kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan petunjuk, Dan semoga Engkau memberikan keselamatan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan keselamatan, Dan semoga Engkau memberikan pertolongan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan pertolongan, Dan semoga Engkau memberikan berkah kepadaku dari hal yang telah Engkau tetapkan, Dan semoga Engkau memeriksa kami dari rahmat-Mu dari keburukan yang telah Engkau tetapkan, Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukummu, Dan sesungguhnya Engkau tidak bisa hina, orang yang Engkau sayang, Dengan tidak memuliakan orang yang di musuhi oleh-Mu, Dan Mahatinggi Allah maka tetap segala puji bagi-Mu, Oleh hal yang sudah Engkau hukum, aku memohon pengampunan dan taubat kepada-Mu, Dan semoga Engkau menambahkan rahmatnya kepada gusti kita nabi muhammad yang menjadi nabi, dan semua umat Nabi Muhammad dan para sahabatnya, Semoga Allah menambahkan keberkahan dan keselamatan (terjemahan wikipedia).

kemudian ada yang meriwayatkan setelahnya nabi tidak lagi membacakan doa tersebut dan di cukupkan namun nabi mengajarkan kepada para sahabat, dan para sahabat ini pun memprtaktekannya ada yang mempraktekan saat sholat witir, ada yang mempraktekan saat sholat subuh, dan ada juga yang mempraktekan saat sepuluh hari terakhir saat ramadhan. mengetahui ini nabi pun mendiamkan. para pembaca yang di rahmati Allah, karena nabi tidak mengajarkan doa-doa yang jelek tersebu kepada para sahabat dan mengajarkan doa-doa yang baik kepada para sahabat juga nabi mengetahui para sahabat mempraktekan di waktu-waktu yang berbeda-beda serta nabi mendiamkannya, jika nabi saat itu melarang menggunakan doa ini maka permasalahan selesai berarti doa ini tidak usah di gunakan, dan disini nabi pun tidak memeritahkan menggunakan doa ini, jika saat itu nabi memerinytahkan menggunakan doa ini karena doanya bagus maka masalah juga selesai sampai disini. namun disini sikap nabi adalah mendiamkan para sahabat. disini Imam Abu hanifah mellihat bahwa sebelumnya nabi tidak menggunakan doa ini, dan kemudian menggunakan doa ini namun nabi kemudian tidak menggunakan doa ini lagi, maka disini abu hanifah tidak menggunakan doa ini dalam kesempatan sholatnya. namun Imam maliki dan Imam Sfafii menyimpulkan bahwa pertama nabi menggunakan doa yang kemudian Allah memerintahkan menggunakan doa yang baik-baik, kemudian nabi nmengajarkan kepada para sahabat dan nabi tidak melarang ini artinya adalah bahwa doa ini pun dibenarkan jika dibacakan. kemudian Imam Ahmad bin hambal menggunakan jalan tengah dalam sikapnya yaitu beliau sebelumnya nabi tidak menggunakan doa ini kemudian terjadi peristiwa besar dan nabi menggunakan doa ini dan selanjutnya nabi tidak menggunakan doa ini, maka Imam Ahmad bin hambal hanya menggunakan doa ini saat terjadi peristiwa-peristiwa besar saja yang kemudian dikenal dengan Qunut nazilah. Qunut nazilah adalah doa qunut yang dibacakan hanya saat terjadi peristiwa peristiwa besar saja. 
seperti kita tahu bahwa Imam-Imam diatas adalah imam besar yang mengajarkan islam yang diakui dari jaman dahulu hingga sekarang. suatu ketika Imam Abu Hanifah meninggal kemudian datanglah Imam Syafi'i ke tempat Imam abu hanifah, dan saat akan melakukan sholat subuh imam syafi'i diminta untuk mengimami sholat oleh murid-murid imam abu hanifah, saat awal murid imam abu hanifah mengira bahwa imam syafi'i akan menggunakan doa qunut, namun ternyata saat sholat imam syafi'i tidak menggunakan qunut dalam sholatnya, para murid abu hanifah yang heran kemudian menanyakan mengapa imam syafi;i tidak menggunakan doa qunut. dan pertanyaan ini di jawab oleh imam syafi'i dengan jawaban "saya menghormati imam abu hanifah yang tidak menggunakan qunut". indah bukan jawaban beliau? imam besar saja masih masih bersahabat dan duduk bersama salaing menghormati dan menghargai bagaimana dengan kita? imam besar bukan, amalan masih kacau, hadits juga paham sedikit sedikit, iman masih naik turun, jadi makmum di masjid juga jarang jarang lihat ada yang baca doa qunut dan tidak aja masih di perdebatkan. heran ga coba??
nah dari murid masing masing imam ini adalah dari penjuru dunia, bahkan mungkin yang datang dari tanah air dan belajar mendalami ajaran masing masing imam ini juga beda beda, jadi wajar ketika para murid ini pulang ke kampung halaman masing masing mengajarkan apa yang mereka dapatkan ketika belajar di sana, itulah mengapa terjadi perbedaan ada yang membaca doa qunut dan ada yang tidak membacanya. dan tentunya para murid ini pun mereka mengajarkan dengan mengeluarkan dasar datau dalil-dalil yang mereka pelajari.
jadi jelas asal muasal doa qunut adalah dari nabi Muhammad SAW, perkara ada yang mau menggunakan doa ini dasarnya jelas nabi juga memakai doa ini, perkara tidak menggunakan pun jelas nabi hanya menggunakan doa ini sebentar saja saat kejadian dibunuhnya para sahabat saat diutus beliau dan setelah itu di riwayatkan nabi tidak menggunakannya kembali hingga beliau wafat. namun jika doa ini memang tidak diijinkan maka nabi tidak akan mengajarkan kepada para sahabat dan tidak akan mendiamkan walaupun nabi tau para sahabat ada nyang menggunakan dan ada yang tidak menggunakan. jadi untuk doa qunut ini hukumnya cukup jelas, nah perkara berbeda adalah sikap kita terhadap hukum tersebut, boleh menggunakan boleh tidak menggunakan tergantung mana yang kita yakini karena keduanya adalah SAH. 
kemudian akan muncul persoalan bagaimana sikap kita jika kita menjadi makmum di tempat yang berbeda? coba kita lihat tauladan dari para Imam besar yang saling menghargai, tugas makmum adalah mengikuti imam itu wajib. jika imam menggunakan qunut berarti makmum mengikuti imam, perkara meng amini dengan mengangkat tangan itu juga pilihan boleh dengan mengakat tangan boleh tidak mengakat tangan, namun tetap harus mengamini walau dalam hati. nah jika kita biasa menggunakan qunut kemudian berjamaah ditempat yang tidak menggunakan qunut ya kita ga usah lah ya imam sujud trus kita qunut sendiri. 
demikian semoga bermanfaat. 
#AH

Kamis, 15 Agustus 2019

Cara sholat agar khusyu


assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu...

sobat muslim yang insya allah di berkahi allah. Semua pasti  akan setuju dengan pernyataan bahwa kekuatan pondasi bangunan akan menentukan kekokohan bangunan, semakin kuat pondasi maka bangunan juga akan semakin kokoh. itulah gambaran atau pengasumsian pondasi saat kita akan membangun sebuah gedung, apapun gedung yang akan kita buat, maka semakin kuat pondasi akan menjadikan bangunan kita juga semakin kuat dan tahan lama, namun sebaliknya semakin lemah pondasi, maka bangunan yang akan kita bangun diatas pondasi tersebut juga akan mudah rusak, atau bahkan jika kita akan membangun sebuah gedung tanpa adanya pondasi maka bangunan tersebut akan sulit untuk didirikan. 
penggambaran pondasi bangunan ini pun akan sama jika kita terapkan ke podasi agama kita, sholat adalah pondasi umat muslim yang akan menentukan amalan-amalan yang lainnya. dalam islam saking pentingnya sholat sebagai pondasi amalan yang lain, saat hari penghisab-an kelakpun yang akan di hisab/diperhitungkan oleh allah pertama adalah tentang sholat kita, jika kita melakukan sholat maka amalan-amalan lain akan diperhitungkan, namun jika tidak melakukan sholat maka sebanyak apapun amalan-amalan tidak akan dihitung kebaikannya. penganalogian ini bisa dikatakan seperti ini, "jika orang membangun rumah dan dia membuat pondasi terlebih dahulu maka pembangunan bisa dilanjutkan karena sudah ada pondasi, namun jika orang tersebut tidak membuat pondasi maka selengkap apapun material yang sudah di siapkan, sampai kapanpun pembangunan tidak akan bisa dilanjutkan karena tidak adanya pondasi". 
nah dalam pembangunan gedung setelah seseorang yang membuat pondasi maka harus memperhatikan kekuatan pondasinya agar bangunan yang di bangun  diatasnya juga bisa kokoh dan tahan lama, nah kekuatan pondasi ini pun akan tergantung dari komposisi campuran bahan bahan bangunan yang akan digunakan untuk membuat pondasi, jangan sampai kita telah memakan waktu, biaya dan tenaga untuk membuat pondasi ternyata komposisi campuran meterial kita asal-asalan, maka sudah bisa dipastikan bangunan yang akan dibuat diatasnya pun tidak akan sesuai dengan harapan kita. 
dalam melaksanakan sholat pun kita tidak boleh asal-asalan, namun harus memperhatikan hal-hal yang membuat kualitas sholat kita semakin bagus, parameter bagus tidaknya sholat seseorang ini dilihat dari tingkat kekhusyu'an dia dalam melaksanakan sholat. nah penilai tentang khusyuk tidak nya sholat seseorang itu hanya di tangan allah semata. seorang murid yang berhak memberi nilai adalah seorang guru, bukan orang tua dan bukan juga sesama murid, nah ini pun sama, yang bisa memberikan predikat khusyuk hanya allah. tugas guru adalah mengajarkan sesuatu hal dan menguji siswanya apakah siswa tersebut telah menguasai atau belum tentang hal-hal yang di ajarkan seorang guru. begitu juga allah yang menciptakan manusia pun telah memberikan petunjuk atau arahan melalui rasul-Nya dan dengan "guidebook" / buku petunjuknya berupa Al-Qur'an. mencapai sholat yang khusyuk bukanlah perkara yang mudah, janji setan untuk menyesatkan / melalaikan allah pun buka isapan jempol belaka. Khinzib / Khanzab adalah setan yang menggoda orang sholat, itulah tugas yang diberikan "petinggi" setan untuk menyesatkan orang-orang sholat. Rosulullah SAW dalam abu daud mengatakan cara setan ini menggoda adalah saat kita bertakbir mengangkat tangan saat itulah setan ini mulai beraksi dan setan tersebut akan membisikan dalam benak kita "ingatlah ini, ingatlah itu", maka mulailah kita mengingat hal-hal yang bahkan apa yang tidak ingin  kita ingat. jika masih penasaran silahkan pembaca praktekan sendiri sabda nabi ini, mungkin sebelum sholat kita sudah berniat ingin fokus, menginginkan khusyuk, namun kita tidak akan bisa menghindari godaan dari setan ini, begitu kita bertakbir mungkin dorongan hati kita untuk khusyuk tetap bagus, namun "lintasan" hal-hal dalam pikiran pasti akan terjadi, hal-hal ini lah, hal itu lah akan muncul silih berganti, nah itulah tugas setan ini. dan sampai pada ujung hadis ini mengatakan bahwa sampai akan ada orang sholat tidak sadar berapa rokaat yang telah ia kerjakan, dan penulis punya keyakinan para pembaca pasti pernah mengalami hal seperti ini. 
nah untuk mengatasi hal seperti ini ada 2 cara.

pertama menyiapkan ke-khusyuk'an sebelum sholat, nah yang disipakan disini adalah sifat khusyuknya, sifat khusyuk ini disiapkan dengan 2 cara. 
    1. surah 2, ayat 45-46 yang berbunyi "dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. dan (sholat) itu sungguh berat kecuali orang-orang yang khusuk, (yaitu) mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya". suatu ketika kita mendapatkan undangan dari bupati untuk menghadap, apa yang akan kita lakukan? hal sederhana yang akan kita lakukan tentunya kita akan menyiapkan pakaian terbaik kita untuk menghadap bupati, maka disini sifat khusyuk pertama bagi orang yang khusyuk adalah dia akan menyiapkan pakaian terbaiknya untuk memenuhi panggilan Allah. Qur'an surah ke 7 ayat 31 berbunyi "Wahai anak cucu adam! pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan". kita bertemu dengan pencipta kita, pemberi kita rizki, pemberi segala kebutuhan kita, pengampun kesalahan kita, penyembuh segala penyakit, pakaian kita biasa-biasa saja, silahkan cek diri kita masing-masing apakah selama ini kita telah mengenakan pakaian terbaik kita untuk menghadap Allah melalui sholat kita?. disini mungkin akan ada pertanyaan, bukankah aurat laki-laki mulai dari pusar sampai lutut, sedang syarat sah sholat adalah menutup aurat kita. baik disini penulis hanya ingin mengatakan silahkan pembaca setelah membaca tulisan ini sampai masjid imam masjid suruh pakai kaos singlet dan pakai celana 3/4 dan minta dia meng-imami sholat apa yang akan terjadi?? pasti makmum akan mengatakan "woooo... wong gemblung". betul syarat sah sholat adalah menutup aurat kita namun dilihat dari kewajarannya ya tentunya tidak mungkin lah kita menggunakan pakaian alakadarnya untuk menghadap Allah, sedangkan menghadap bupati saja kita menginginkan menggunakan pakaian terbaik kita, paling minim sempurnakanlah wudhu kita, surah 5 ayat 6 berbunyi "Wahai orang-orang yang beriman! apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan basuh kedua kakimu sampai kedua matakaki. jika kamu junub, maka mandilah. dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkanmu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur". nah setelah kita mempersiapkan pakaian kita dan menyempurnakan wudhu maka anggaplah ini adalah panggilan terakhir Allah terhadap kita untuk beribadah. tanamkan itu sedalam dalamnya dalam hati kita, anggap lah bahwa sholat kita yang akan kita lakukan adalah sholat terakhir kita. nah itulah cara pertama.
    2. kemudian cara kedua adalah, surah 29 ayat 45 mengatakan "Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (muhammad) dan laksanakanlah sholat. sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. dan (ketahuilah) mengingat Allah (Sholat) itu lebih besar (keutamaannnya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". dalam bahasa arab di awal ayat berbunyi "Uthlu ma ukhiya" nah uthlu di sini artinya adalah BACALAH, sama dengan Iqro artinya juga BACALAH. namun perbedaan "uthlu" dan "iqro" adalah jika "iqro" hanya sekedar membaca, oleh karenanya pembaca Al Qur'an disebut Qori dan hanya sekedar membaca tanpa mengetahui maknanya. namun "uthlu" artinya tidak sekedar membaca, namun Bacalah, Pahami, dan Amalkan. nah dari jaman dahulu saat acara formal dan terdapat sesi pembacaan Al-Qur'an maka akan ada satu lagi orang yang membacakan terjemahannya yang disebut tilawah. disini fungsi tilawah adalah agar para pendengar yang tidak mengetahui maknanya bisa memahami dan nmengamalkan apa yang dibaca oleh Qori. nah jadi awal ayat yang menyatakan BACALAH KITAB (AL QUR'AN) itu berati bukan hanya membaca namun pahami juga, jadi saat sholat sebaiknya pahami juga makna apa yang kita baca. nah pertanyaannya adalah terus untuk yang tidak bisa artinya bagaimana dong?? nah untuk yang tidak tau artinya belilah Al-Qur'an dan terjemahannya, juga belilah buku tuntunan sholat lengkap, jika tidak mau keluar rumah coba download di play store pasti ada. nah setelah itu baca surah surah yang kita hapal kemudian baca pula artinya dan pahami maknanya, kemudian di tuntunan sholat cari juga apa arti "ALLAHUAKBAR", cari apa arti "SUBHANA ROBIYAL ADHIMI WABIHAMDI" dan seterusnya. setelah surah pendek kita tau apa maknanya, kemudian terapkanlah saat sholat, mulut membaca pikirkanlah makna bacaan kita. nah itulah yang akan membuat efek godaan setan khinzib/khanzab ini berkurang. 
untuk yang cara kedua bersambung ya sobat.. capek neh nulis dan mikirnya.. hehehehe..
semoga bermanfaat,, insya allah

Selasa, 13 Agustus 2019

Anak sebagai "Aset" paling berharga

Sobat muslim yang di muliakan allah..
Tentu kita semua tau bahwa kematian adalah suatu hal yang pasti akan terjadi menimpa siapa pun yang hidup, siapa pun dan dimana pun pasti akan menemui kematian yang waktunya memang tidak akan di ketahui oleh siapapun.
Bagi kita umat muslim yang beriman tentunya akan meyakini yang di sebut sebagai "hari pembalasan" hari dimana semua orang akan mempertanggung jawabkan apa-apa yang telah di perbuat mereka ketika di dunia.. Kepastian kematian yang tidak di ketahui baik penghuni langit maupun penghuni bumi ini lah yang membuat kita harus "berlomba-lomba" dalam menabung kebaikan.
Nah dalam hal pahala ada 2 macam bentuk pahala yang bisa kita kerjakan agar bisa kerjakan.
Pertama yaitu pahala yang diberikan setelah kita mengerjakan kebaikan, misalkan sholat, membaca alquran dll..
Kedua yaitu pahala yang diberikan allah kepada kita dan akan terus diberikan walapun kita telah meninggal, pahala ini yaitu sedekah yang kita berikan untuk kepentingan banyak orang selama itu masih di Pakai orang lain untuk kebaikan maka pahala akan terus mengalir.. Misal ilmu agama yang kita bagikan ke orang-orang, membangun masjid untuk umum dll.. Yang selanjutnya adalah anak Sholeh/sholehah.
Nah kali ini kita akan membahas tentang pahala yang akan kita dapatkan jika kita menginvestasikan anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Sabat pasti lah tau salah seorang sahabat nabi yang bernama ibnu abbas, beliau adalah sahabat sekaligus sepupu dari rosulullah Muhammad saw. Beliau adalah seorang yang berpengetahuan luas dan banyak hadis sahih yang di riwayatkan melalui beliau, sampai meninggalnya beliau hadis yang di hafal oleh beliau kurang lebih sebanyak 2.000 hadis, namun apakah sobat tau bahwa nama ibnu abbas yang sebenarnya adalah Abdullah bin abbas. Ayah beliau bernama abbas bin Abdul muththolib adalah seorang pedagang yang kaya raya, namun meski beliau adalah orang kaya namun berorientasi tentang akhiratnya, dengan kesibukan beliau sebagai seorang pedagang beliau berhasil mendidik anaknya Abdullah menjadi ahli hadis. Abbas sering mendatangi majelis yang di pimpin langsung oleh rosulullah, dan saat Abdullah kecil beliau di doakan oleh rosulullah di mintakan kepada Allah agar sang anak bernama Abdullah Putra dari abbas bin muththolib diberikan kemudahan dalam pemahaman tentang agama, dan benar saat Abdullah dewasa saat itu ayahnya hanya mampu menguasai 200 hadis namun anaknya mampu menguasai 2.000 hadis, maka oleh rosulullah di panggil ibnu abbas, yang berarti anak dari abbas. Yang menarik disini adalah mengapa namanya dikenal dengan nama ayahnya? Mengapa tidak Abdullah bin abbas?
Yang perlu sobat muslim ketahui disini adalah, keberhasilan abbas dalam mendidik anak menjadi sosok yang mampu untuk memahami agama menjadi ahli surga ternyata pahala dari hadis yang disebarkan yang diberikan allah untuk Abdullah bin abbas juga mengalir ke ayahnya abbas bin muththolib tanpa di kurangi sedikit pun. Dan pemikiran abbas tentang akhirat juga di investasi kan kepada anak pertama nya yang bernama fadl bin abbas, jika sobat muslim tau pada saat baginda nabi akan meninggal di pangkuan istrinya beliau saat itu berwudhu terlebih dahulu, nah pertanyaannya siapa kah yang membawa kan air saat beliau berwudhu? Dan dia lah anak pertama abbas yaitu fadl bin abbas.
Nah sahabat muslim, dari paparan kisah ibnu abbas diatas mari kita ambil hikmahnya, bagaimana sosok seorang saudagar kaya yang masih berhubungan dekat dengan nabi saja masih mampu mendidik anak anaknya menjadi seorang ahli agama, mari kita lihat diri kita, dekat dengan nabi juga engga, kaya juga belum tentu kaya, kepastian masuk surga juga masih burem.. Bagaimana kita mendidik anak terkadang juga masih mengadalkan asisten rumah tanggal atau babysitter, kasih makan keluarga juga ga tau halal  atau haram juga masih ga jelas..
Oleh karenanya sobat muslim yang di muliakan allah, mari mulai saat ini kita didik anak anak kita menjadi ahli agama, coba mari kita lihat sosok naja hafidz dan Kayla hafidz, dua anak ini merupakan anak yang memiliki keterbelakangan, naja dengan kekurangan lemah otak ternyata dia mampu menghafal 30 juz kita allah, Kayla dengan dengan yang tidak mampu melihat dunia ternyata dia juga mampu menghafal 30 juz kitab allah. Perlu sobat muslim ketahui, setiap huruf yang di bacakan oleh anak anak ini pahalanya juga akan mengalir kepada orang tuanya tanpa di kurangi sedikitpun, meski orang tuanya kelak meninggal. Dan pahala tersebut akan terus dan terus mengalir selama sang anak ini membaca ayat ayat dalam al qur'an. Dan hebatnya lagi pahala yang diberikan kepada anak yang membaca alquran tiap tiap huruf nya akan diberikan kebaikan sebanyak 10x kebaikan, dan penghafal alquran akan diberikan pahala dalam tiap tiap huruf yang di bacanya akan diberikan kebaikan sebanyak 700x kebaikan.. Dan pahala tersebut juga akan mengalir kepada kedua orang tuanya tanpa di kurangi sedikit pun.. Subhanallah.....
Nah sobat muslim yang di muliakan allah, coba kita renungkan sejenak sejak kita akhir baligh hingga saat sobat muslim baca tulisan ini, telah berapa banyak dosa dosa yang telah kita lakukan baik yang kita Sengaja maupun tidak kita sengaja, dan kebaikan kebaikan apa saja yang sudah kita lakukan.. Apakah cukup dengan sholat? Tahukah sobat sholat itu adalah amalan dasar bagi muslim, namun sholat juga bisa kita jadi kan sebagai penggerus dosa kita jika dilakukan dengan berjamaah.. Jika sobat muslim masih suka sholat sendiri tanpa berjamaah maka kebaikan yang di dapat juga akan standar saja, kita asumsi kan jika sholat sendiri pahala kebaikannya adalah 10x kebaikan maka sholat berjamaah pahala kebaikannya adalah 27x lebih besar atau sama dengan 270 kali kebaikan..
Nah coba lah renungkan sejenak bagaimana sholat kita? Apakah masih sering sendiri atau berjamaah.
Saya berharap jika pembaca adalah seorang anak mari kita renungkan apa yang mau kita berikan kepada orang tua kita, balasan apa yang mau kita berikan selain berusaha menjadi seorang anak yang soleh yang akan mentransferkan pahala kepada orang tua kita, jika pembaca adalah seorang orang tua mari kita pikirkan investasi apa yang akan kita bangun untuk bekal kematian kita?
Saya berharap semoga sedikit tulisan ini bisa mengubah mindset kita tentang investasi akhirat kita.