Minggu, 20 Oktober 2024

TERCABUTNYA ILMU DARI MUKA BUMI SEBAGAI AWAL DARI KIAMAT

Setiap pertemuan sudah dipastikan akan ada perpisahan, begitu pula dengan jika ada awal pasti akan ada akhir, jika ada hidup pasti ada mati, mekanisme ini sebenarnya adalah "kontrol" alami yang dibuat oleh tuhan, coba banyangkan jika di bumi ini yang ada hanya kelahiran namun tidak ada kematian, bisa dibayangkan bagaimana kepadatan bumi ini? oleh sebab itu apapun di bumi ini dibuat perpsang-pasangan seperti ada siang ada malam, ada baik ada buruk, dan seterusnya. berbicara mengenai awalan dan akhiran tentunya ini pun akan berlaku bagi alam semesta, jika alam semesta itu ada penciptaan awal, pastinya akan ada akhiran, nah akhiran alam semesta inilah yang disebut dengan kiamat. berbicara kiamat ini adalah hancurnya alam semesta secara serentak, ingat ya secara serentak tidak hanya bumi saja, namun semua tata surya berikut dengan semua bintang, bulan dan luar angkasa akan hancur. bayangkan bumi yang kita diami saat ini yang menurut kita besarnya minta ampun adalah bagaikan sebutir pasir di bentangan tata surya. dari sini akan muncul pertanyaan, "trus bagaimana dong cara hancurnya tata surya secara serentak? padahal bumi yang sebesar ini saja bagaikan sebutir pasir". jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya bukan ranah kita, itu terserah tuhan saja, seperti ada tidaknya surga dan neraka itu kan hal yang belum jelas karena wajar ketika manusia yang sebagian besar adalah makhluk dari sebuah materi yang kasat mata menginginkan jawaban yang bisa diterima oleh akal dari pertanyaan-pertanyaannya. oleh sebab itu akhir dari sebuah alam semesta atau kiamat itu dalam islam masuk ke hal-hal yang wajib di imani, hal ini sama dengan keberadaan Allah, malaikat, kitab, rosul dan Qada dan Qodar itu masuk pada ranahnya rukun iman, dimana kesemuanya itu tidak bisa di buktikan atau istilahnya antara ada dan tiada. ketika tika bicara mengenai hari akhir tentunya saudara sekalian banyak yang tahu dan paham jika tanda-tanda kiamat salah satunya, ingat ya.. salah satunya (berarti tidak hanya ini) adalah tercabutnya ilmu dari bumi. nahh ini menarik untuk kita bahas sebenarnya, bagaimana bisa dunia dengan kecanggihan teknologi saat ini kok bisa ilmu bisa hilang?? bagaimana ceritanya saat ini kecerdasan buatan saja bisa membantu manusia ini malah tercabutnyanya atau hilangnya ilmu? ilmu disini tentunya adalah ilmu mengenai agama, baik kita akan bicara agama secara universal saja, silahkan berikan informasi agama apa yang tidak mengajarkan kepada umahnya/pengikutnya ajaran-ajaran yang baik dalam membentuk karakter yang sesuai dengan apa yang di inginkan oleh "pencipta" agama tersebut?? saya pikir tidak hanya islam saja, semua agama pastinya akan memiliki standarisasi ilmu yang seharusnya di terapkan oleh pengikutnya yang diharapkan pengikutnya sesuai dengan ajarannya. nah karakter dari sebuah agama ini terbentuk setelah pengikutnya menjalankan apa yang dia pahami dalam ajaran agama tersebut, nah jadi kata "kunci" nya adalah menjalankan apa yang dia ketahui inilah ilmu. secara harfiah ilmu adalah sebuah usaha sistematis yang menggunakan metode ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan. jadi yang di kembangkan disini adalah pegetahuannya, bahasa sederhananya adalah ilmu itu untuk menambah tingkat pemahaman kita bada sesuatu. jika kita masukan pengertian ilmu pengetahuan umum kedalam ilmu agama akan ada sedikit perbedaan yang mencolok; Ilmu agama bersumber dari kitab suci dan ajaran para nabi, sedangkan ilmu pengetahuan umum bersumber dari pengamatan, eksperimen, dan penalaran, Ilmu agama lebih menekankan pada hubungan manusia dengan Tuhan dan nilai-nilai spiritual, sedangkan ilmu pengetahuan umum lebih fokus pada pemahaman alam semesta dan pengembangan teknologi. dari sini bisa di tarik kesimpulan bahwa ilmu pengetahuan umum adalah cara kita untuk mengetahui sesuai dengan penalaran. dalam ilmu agama pengetahun-pengetahuan tersebut sudah ada semua, tinggal kita mau engga menerapkannya. nahhhhh... disini inilah yang akan di cabut tuhan sebagai tanda hari akhir, bahwa yang diambil bukan pengetahuan tentang agamanya, namun tingkat pemahaman dan penerapannya yang akan di cabut. pencabutannya ini pun sama tuhan tidak dengan tiba-tiba namun juga melalui proses, contoh nyatanya seperti ini. ada Kepala Desa / Bupati / Gubernur / DPR / Presiden yang sebenarnya mereka itu tahu dan paham kok bahwa menyalonkan diri dengan jalan menyuap rakyat/manipulasi data itu salah, mereka paham kok dengan ini, namun tetap dilakukan. mereka tahu dan paham kok jika korupsi itu dosa, namun mereka tetap menjalankan. mereka tahu dan paham bener kok aturan-aturan agamanya bagaimana? nilai moral dalam beragama seperti apa? namun tetap saja di jalankan. apa yang saya contohkan diatas saat ini terjadi hampir di semua bidang kehidupan, dan saya yakin betul jika mereka tahu dan paham aturan agamannya, cumannnn mereka ga mau tau itu aja, sehingga wajar ketika akhir zaman itu akan tercabut ilmunya dari muka bumi, dan manusia akan kembali kezaman dahulu / jahiliyah, bagaimana tidak? nyatanya jika semua manusia hidup dengan tanpa mau diatur dan hidup dengan aturannya sendiri-sendiri ya berarti sama dong dengan jaman jahiliyah?? bahwa hukum kebenaran yang benar menurut mereka adalah kebenaran yang di terima oleh banyak orang, bukan kebenaran yang sesuai dengan aturan yang semestinya sesuai dengan ajaran agama.

Kamis, 09 April 2020

COVID 19 ANTARA UJIAN, MUSIBAH ATAU TANDA DEKATNYA AKHIR ZAMAN





Assalamualaikum....

Merebaknya virus corona (Covid 19) saat ini memang telah membuat semua kalangan kalang kabut dalam menghadapinya, munculnya secara tiba-tiba dan penyebarannya super cepat. Meski adanya virus ini bukanlah hal baru dalam dunia pervirusan dan telah ada di bumi ribuan tahun yang lalu nyatanya dengan “teror” Covid 19 yang mengerikan ini mampu membuat manusia ketakutan. Disini saya hanya ingin mengingatkan pada diri saya bahwa dalam kitabullah terdapat ayat yang berbunyi “Dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian” (Q.S 42:30), penyimpulan ayat ini menurut pengertian saya adalah sebagai berikut: bahwa seseorang yang sedang mendapatkan musibah (baik itu sakit dll) adalah merupakan hasil dari buah tangannya / perbutannya sendiri, termasuk di dalamnya adalah musibah besar seperti saat ini dengan menyebarnya wabah virus corona. Jadi sangatlah wajar jika kedatangan virus ini disebabkan adanya kesalahan atau ketidak beresan dari perilaku sebagian besar manusia, yah memang tidak semua manusia tetapi melihat terjadinya bencana virus yang menyebar ke seluruh antero negara berarti mengindikasikan banyak sekali kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Meski saya tidak bisa merinci kesalahan apa yang dilakukan sebagian besar manusia karena saya juga bukan siapa-siapa namun melihat ayat tersebut sepertinya memang tidak akan salah prediksi saya.
Sebagian kita akan mengatakan bahwa ini adalah ujian, namun sebagian mengatakan bahwa ini adalah sebuah musibah, untuk mengetahui bahwa ini adalah ujian atau musibah mari kita sedikit selidiki (udah kaya ditektif aje nehh), coba deh kita ber”cermin” kepada hati kita (kalo masih bisa dipake juga tapi, heu heu heu heu).  Coba dek kita kutip ayat lain dalam kitab Allah ini, “Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (QS 51:56). Jelas dan tegas lho ayatnya, jadi Allah tidak menciptakan yang namanya jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah, jadi cukup jelas bahwa adanya kita di bumi ini adalah sejatinya hanya untuk beribadah kepada Allah, jadi kata kunci Taqwa adalah “password” kita agar kita menjadi manusia yang benar-benar menjadi ciptaan Allah yang semestinya. Menurut ibnu Katsir bahwa pengertian Taqwa adalah menaati Allah SWT dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Senantiasa mengingat Allah SWT serta bersyukur kepada-Nya tanpa ada pengingkaran (kufr) di dalamnya, Umar bin Khattab bertanya kepada Ubay bin Ka'ab mengenai takwa. Ubay bertanya, "Pernahkah kamu berjalan di jalan yang penuh dengan duri?" Umar menjawab, "Ya." Ubay bertanya lagi, "Apa yang engkau lakukan?" Umar menjawab, "Aku menggulung lengan bajuku dan berusaha (melintasinya)." Ubay berkata, "Inilah (makna) takwa, melindungi seseorang dari dosa dalam perjalanan kehidupan yang berbahaya sehingga ia mampu melewati jalan itu tanpa terkena dosa.
Nah cukup jelas kan bro? Cuma masalahnya disini adalah bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang di dalam dirinya ditanamkan unsur Taqwa dan juga nafsu, secara tingkat kesulitan sudah barang tentu bahwa kita sebagai manusia akan sulit untuk menjadi makhluk yang paling mulia dibadingkan dengan ciptaan Allah yang namanya Malaikat, karena memang Malaikat di ciptakan Allah hanya dengan unsur Taqwa oleh sebab itu dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa manusia adalah makhuk Allah yang paling mulia, ga percaya juga? Neh “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna” [QS 17:70]. Sampai sini sepertinya cukup jelas ya bro... eits tunggu dulu, meskipun sulit mencapai tingkat makhluk mulia namun Allah juga ga membiarkan manusia begitu saja, ibarat kita beli barang elektronik yang baru pasti akan disertakan dengan buku petunjuk penggunaan agar konsumen bisa menggunakannya dengan benar. Begitu juga dengan manusia, Allah pun telah menurunkan buku petunjuk tersebut yaitu Al-Qur’an. Semua kebutuhan manusia, aturan-aturan sampai cara-cara mendapatkan rizki pun udah komplit terdapat dalam Al-Qur’an. “Kitab (Al-qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”. [Q.S 2:2]
Oke sekarang kita bahas masalah corona yang datang tak diundang ini, kedatangannya memang tidak di undang ke muka bumi ini namun kehadirannya tentunya pasti dong atas ijin Allah, terlepas bahwa virus ini adalah ciptaan atau memang berasal dari hewan sebaiknya kita ga usah bahas, karena memang ga penting banget yang terpenting disini adalah ini sudah terjadi dan berdampak cukup luas, melawan corona sama dengan melawan makhluk tak kasat mata lho.. (seperti tulisan saya sebelumnya) nah bagaimana cara mengatasinya karena fakta-nya bahawa penyakit ini sampai saat tulisan ini di publish belum ada obatnya, namun kok ada yang sembuh? Nah bagi kita yang  berpikir dengan keimanan pasti akan mengatakan dia sembuh atas ijin Allah, terlepas bahwa imun tubuhnya bagus dll it’s oke namun tanpa ijin Allah semua tidak mungkin akan terjadi. coba deh kita simak ayat ini “Apa saja musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan kalian sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan itu)." [Q.S 42:30]. Kemudian kita simak hadits ini “Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, tiada sesuatu pun yang menimpa seorang mukmin berupa kelelahan, kepayahan, kesusahan, dan tidak (pula) kesedihan melainkan Allah menghapuskan darinya berkat musibahnya itu sebagian dari kesalahan-kesalahan (dosa-dosa)nya, sehingga yang berupa duri yang menusuk (kaki)nya”. Gimana cukup jelas bukan? Atau masih belum jelas?, oke kita simak lagi ini “Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Isa ibnut Tabba', telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu'awiyah Al-Fazzari, telah menceritakan kepada kami Al-Azhar ibnu Rasyid Al-Kahili, dari Al-Khadir ibnul Qawwas Al-Bajali, dari Abu Sakhilah, dari Ali r.a. yang mengatakan, "Maukah aku ceritakan kepada kalian tentang suatu ayat dalam Kitabullah yang paling afdal yang telah diceritakan kepada kami oleh Rasulullah Saw, yaitu firman-Nya: 'Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)' (42: 30) Lalu Rasulullah Saw. bersabda, 'Hai Ali, aku akan menafsirkannya kepadamu: Apa saja yang menimpa kamu berupa sakit atau siksaan atau musibah di dunia, maka dikarenakan ulah tanganmu sendiri, dan Allah Swt. Maha Penyantun dari menduakalikan siksaan-Nya di akhirat nanti. Dan apa yang dimaafkan oleh Allah di dunia, maka Allah Swt. Mahamulia dari mengulanginya sesudah memaafkannya”. Dengan kata lain kalo boleh saya simpulkan adalah, jika kita sakit atau terkena musibah itu berati kita ada dosa yang sedang kita tanggung, jika kita mau bertaubat maka jika Allah berkenan mengampuninya maka Allah akan menyembuhkan penyakit kita dan mengampuni dosa kita, namun jika kita tidak mau bertaubat maka sakit yang kita rasakan di dunia ini akan diduakalikan / di siksa kembali nanti di akhirat atas dasar dosa yang sama sebelum dosa tersebut belum dimintakan ampunan Allah (baca kembali tulisan saya yang di tulis tebal, miring dan bergaris bawah). Karena ini pun tertulis dalam Kitabullah “Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (kepada ketaatan).” (as-Sajdah: 21). Menurut saya neh ya.. menurut saya lho tapi ini, Allah sebenarnya memang menginginkan manusia itu kembali ke Jalan kebenaran, dengan adanya virus ini kita harusnya mau menginstropeksi diri kita sendiri, jangan-jangan selama ini kita sebagai manusia sudah salah dari “jalan” Allah, cobalah kita buka kembali buku petunjuk kita, sudah kah kita melakukan apa yang di perintahkan oleh buku pentunjuk tersebut? , karena menurut saya bukannya kita tidak tau mana yang baik atau masa yang tidak baik sebenarnya namun banyak orang mengabaikan buku petunjuk tersebut atau tidak mau mengkaji lebih dalam kandungannya, dan belum maksimal dalam pengaplikasiannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi sangatlah wajar jika Allah juga memberikan peringatan.
Nah sekarang akan muncul pertanyaan jika kita udah sering sholat, ini dan itu kok masih diberikan sakit, musibah serta kesulitan yang lainnya, nah coba baca ayat ini “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. [Q.S 2:214], sepintas terlihat bertolak belakang dengan yang saya tulis sebelumnya, eits tunggu dlu bro.. jangan buru-buru bukannya enak yang selow... hehehe.. untuk mengetahui tingkat keimanan seseorang tentunya dong Allah akan mengujinya apakah dia layak mendapatkan predikat A atau tidak hehehe.. nah ujian seperti ini bagi mereka yang beriman adalah merupakan UJIAN. Allah ingin tau sebenarnya kemana manusia akan meminta pertolongan apakah kepada Allah atau bergantung kepada yang lainnya, jika dia hanya meminta kepada Allah berarti sesuai dong dengan janji manusia yang di ucapkan minimal 17 kali dalam sehari.. (what.... janji? Janji apaan? Emang gue pernah berjanji?), coba pahami ini “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”. [QS. 1:5], nah bukannya ayat tersebut kita baca tiap kita sholat dalam surat Al-Fatihah dan itu adalah janji kita kepada Allah, bahwa kita akan selalu menyembah Allah dan hanya Allah lah yang kita mintai pertolongan. Saya kasih contoh deh dikit aja dan sepele banget, jadi gini: suatu ketika kita sakit neh.. trus kita minum obat nah cukup dari situ aja Allah udah bisa tau kok tingkat keimanan kita kok, apakah kita saat meminum obat yakin bahwa obat tersebut akan menyembuhkan sakit kita atau tidak, jika kita percaya sepenuhnya kepada obat tersebut sudah pasti lah kita akan di turunkan kembali ke level bawah kembali karena dinyatakan tidak lolos ujian, jika merujuk QS, 1:5 diatas maka Allah hanya menginginkan kita meminta tolong kepada Allah, jika saat meminum obat tersebut dalam hati kita mengatakan semua kesembuhan atas ijinMu, semua yang terjadi adalah atas kehendakMu, hambamu hanya berikhtiar melalui obat ini, dan jika sakit hamba ini disebabkan dari kesalahan-kesalahan hamba (QS. 42:30) dihadapanmu maka hamba mohon ampunanmu ya Allah. Nahhhhhhh itu broooo baru kita lolos.. karena Allah paling benci “diselingkuhi” dan masuk kategori musrik. Kenapa Allah benci di sekutukan jawabannya ada di QS. 51:56 seperti saya tuliskan diatas, jadi cukup adil bukan? Allah memberikan rizki, memberikan kesehatan, memberikan ini dan itu namun Allah hanya menginginkan kita beribadah kepadanya tanpa menyekutukannya, fair kan...??, nah jika kita pergi ke orang “pintar” (bukan guru lho ya..) meminta pertolongan supaya dagangan laris, pasang susuk dan lain-lain deh pokoknya itu sih pikir aja sendiri, obat aja bisa bikin kita menyekutukan Allah, kamu mungkin akan berdalih ini kan cuma ikhtiar, aslinya kan juga Allah tempat kita meminta.. itu cuma di mulut cuuuyyyyyyyyy.... Allah ga akan menilai mulutmu tapi hatimu paling dalam, sholat aja kita salah melafadzkan niat masih sah selama hati kita tidak salah niat, kan sesuatu perbuatan itu tergantung dari niat, Bukan sesuatu perbuatan tergantung dari ucapan.



Di luaran sana banyak yang menghubungkan bahwa datangnya virus ini pertanda akan datangnya akhir zaman, sebenernya saya juga tidak punya dasar untuk menjawab ini. Cuma yang saya tau memang tanda tanda besar dekatnya akhir zaman memang sudah banyak sekali bermunculan, selain surutnya permukaan air di danau teberias yang cukup signifikan tanda utama lainnya adalah menghijaunya kembali jazirah arab, dan ini memang sudah dan sedang terjadi. Mengapa harus menghijau? Sebenarnya Allah hanya ingin berlaku adil supaya orang-orang arab yang notabene berada di lahan tandus bisa bercocok tanam sehingga saat kemarau panjang datang sebagai awal mula munculnya Dajjal mereka telah mempersiapkan bahan makanannya, jika munculnya kemarau panjang saja mungkin manusia bisa mengatasinya dengan penyulingan air laut atau dengan hujan buatan atau apalah dengan kecanggihan tehnologinya. Namun akan beda cerita jika kemarau panjang tersebut terjadi bersamaan dengan matinya semua benda berbahan mesin, sehingga semua moda transportasi tidak akan bisa di gunakan, semua jaringan apapun baik signal hp, tv, radio dan lain lain tidak bisa kita gunakan lagi, tentunya ini sudah bisa dibayangkan bagaimana kekacauan tersebut akan terjadi, ditambah sulitnya mencari sumber air dan kemunculan Dhukhon. Dalam berbagai sumber bahwa saat munculnya Dhukhon orang-orang muslim akan dimatikan semua, dan saat munculnya dajjal makanan orang muslim sama seperti makanan penghuni langit, yaitu tasbih, takmid dan takbir. Namun kemunculan Dhukhon dan Dajjal adalah hampir bersamaan, Dhukhon akan muncul terlebih dahulu dan akan memutuskan semua konektifitas manusia sehingga manusia tidak akan bisa kemana-mana dan mendapatkan update berita apa apa dari penjuru dunia, nah coba bayangkan dengan lockdown sekarang, hampir mirip bukan? Cuma sekarang masih bisa terkoneksi dengan belahan dunia lainnya dan masih bannyak serta melimpah sumber makanan dan minuman. Namun saat dukhon muncul semua konektifitas itu akan hilang bahkan kendaraan bermesin pun tidak akan bisa digunakan lagi, Chaos itulah kata yang tepat, oke mungkin kamu bisa menimbun makanan dan lain-lain, pertanyannya akan bertahan sapai berapa lama? Karena ini akan terjadi sampai kiamat sebenarnya terjadi, sudah bisa dipastikan penjarahan, pencurian dan kejahatan lain pun akan bermunculan, bahkan uang yang kita anggap adalah segalanya saat itu datang tidak akan berguna sama sekali, ya bagaimana mau berguna semua juga butuh makan, butuh minum kalopun ada yang punya ya mending buat sendiri, logis kan?? Nah sampai sini sudah bisa terjawab bukan mengapa orang muslim akan dimatikan saat dukhon muncul, karena bagaimana ga mati jika kekringan dimana-mana, kelaparan dimana mana, penjarahan dimana-mana dan jika dia muslim sudah dipastikan 100% tidak akan melakukan hal-hal tersebut, dan makannya ya cuma berdzikir sampai akhirnya dia meninggal juga karena kelaparan. Tak lama akan munculah dajjal yang membawa secercah harapan hidup karena memang Allah mengijinkan dajjal untuk menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan juga menghidupkan orang yang mati, nah jika ada orang muslim yang lolos dari dukhon maka dia akan menghadapi fitnah yang paling besar selama bumi ini ada yaitu dajjal tersebut, dengan serba kekurangan yang ada dibumi dan bertemu dajjal yang bisa memberikan apapun keinginan dia masihkah dia bertahan mempertahankan imannya kepada Allah?.
Nah bro... udah dlu yak capek neeh... coba kita pikir-pikir lagi deh kalo memang benar corona ini adalah peringatan Allah yuk kita bareng-bareng berubah, kita perbaiki akidah kita, kita perbaiki amalan kita, kita perbaiki niatan kita, perbaiki hubungan kita dengan ortu kita jika masih ada, perbaiki hubungan kita dengan pasangan kita, dengan anak-anak kita, dengan sanak saudara kita, dengan tetangga kita dan dengan siapa saja. pokoknya kita perbaiki semuanya deh.. jangan pernah “menduakan” Allah dengan apapun di bumi ini, mintalah pertolongan hanya kepada Allah, Just do it pokoknya deh.. oiya semua pasti tau dong jika sholat berjamaah pahalanya akan dikalikan 27x, dan membaca Al-Qur’an tanpa tujuan apapun kebaikannya adalah 10 kebaikan SERTIAP HURUF, jadi mulai sekarang bisa tuh kita pikir ulang tentang sholat berjamaah di masjid dan sering membaca Kitabullah tanpa tujuan apapun kecuali untuk Allah semata, kenapa harus dipikir ulang? Ya kita bisa hitung kok umur kita sekarang berapa? Kemudian ibadah kita selama ini seperti apa? kebaikan kita seperti apa kan cuma kita yang bisa memprediksinya kira kira bisa ga buat masuk surga? Nah kita susun tuh waktu-watu yang bisa melipatgandakan ibadah kita, seperti misalkan lailatulqodar, bukankah saat lailatulqodar kebaikan kita akan di kalikan dengan 1.000 ? kenapa Allah memberikan kebaikan kebaikan ini karena Allah juga paham bahwa manusia tidak akan luput dengan dosa karena dalam diri kita memang ada nafsu, dan kita juga pasti paham dong jika keburukan yang kita buat akan tercatat Cuma 1 doang, nah disini Allah cukup adil bukan? Tau kalo manusia ada nafsu yang bisa menjerumuskan kepada dosa maka Allah juga memberikan pelipatgandaan pahala di waktu-waktu tertentu agar tau kita mau ga ngejar pahala tersebut. Dah ah... wasalamualaikum

Kamis, 26 Maret 2020

Polemik Lebaran 2020


Lebaran memang sebentar lagi, namun sepertinya lebaran tahun ini akan menjadi plemik tersendiri dari lebaran-lebaran sebelumnya. Kejadian luar biasa yang melanda dunia berkenaan dengan virus corona (Covid 19) memang telah menyita banyak sekali perhatian, tidak hanya di Indonesia namun sebagian besar wilayah didunia ini hampir seruluhnya di “hinggapi” virus ini.
Memang banyak usaha untuk menyelesaikan permasalahan ini, mulai dari lockdown yang diterapkan beberapa negara, social distand (jaga jarang di tempat umum), work at home (bekrja dari rumah) dan home school (belajar di rumah).
Kenyataan ini memang telah menggangu atau bahkan boleh dibilang melumpuhkan beberapa sendi kehidupan, baik ekonomi maupun agama. Bagaimana tidak virus yang menyerupai hantu (ada tapi tak terlihat) ini memang cukup menyulitkan penangganannya karena  penyebarannya pun dibilang sangat mudah dan cepat sekali.
Masalah ini pun akan semakin runyam ketika prosesi tahunan mudik sebentar lagi akan tiba, prosesi ini pun seolah telah mengakar dan menjadi budaya tidak hanya di Indonesia saja namun sebagian besar negara di dunia mengenal prosesi mudik dengan istilah mereka masing-masing. Upaya pemerintah dalam menekan penyebaran covid 19 ini pun akan menemui kendala saat prosesi tahunan ini tiba, tanpa kesadaran individu dari masing-masing warga maka akan sangat sulit menekan laju penyebaran virus ini.
Penyebaran dari ODP yang terkadang tidak disadari oleh individu tentunya akan semakin sulit terlacak, dan inilah yang ditakutkan oleh berbagai pihak. Seseorang yang di dalam tubuhnya terdapat virus ini jika daya tahan tubuhnya cukup baik maka dia hanya akan merasahan demam namun tidak akan berpengaruh lebih kepada dirinya karena sistem imunnya bekerja dengan baik dalam mengkal virus, namun orang tersebut masih sangat berpotensi menularkan virus tersebut kepada orang lain di sekelilingnya, yang jika orang-orang di sekelilingnya tersebut dalam kondisi daya tahan tubuh sedang melemah maka akan sangat mudah virus ini menyebar dan memberikan dampak yang cukup buruk kepda dirinya karena sistem imunnya bekerja kurang maksimal dalam menangkal virus yang masuk kedalam tubuhnya. Dan beberapa hal yang menyebabkan menurunnya sistem imun sesorang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain stres, kurang olahraga, kurang tidur, dehidrasi, kurangnya asupan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.  
 Tidak heran jika polemik mudik tahun ini pun akan menjadi perkara yang sangat dikhawatirkan dalam menekan laju penyebaran virus covid 19, karena para pemudik dengan kondisi perjalanan yang cukup melelahkan memang akan menurunkan daya tahan tubuh yang akan menyebabkan menurunnya sistem imun tubuh dan akan menyebabkan kurang maksimalnya proses penangkalan virus yang ada dalam tubuh seseorang.
Sebagai seorang perantauan tentunya tidak bisa disalahkan jika kenginan beretemu keluarga besar dalam momentum lebaran akan sangat diharapkan setelah penat bekerja di tanah rantau, namun keputusan beberapa perusahaan swasta nasional dan BUMN mengagalkan mudik gratis ini pun semakin akan memperparah kondisi, mengapa demikian?, meniadakan moda transportasi mudik gratis justru akan membuat beberapa orang yang nekad melakukan mudik akan sangat sulit terkontrol, justru dengan mudik gratis inilah kontrol terhadap pemudik akan semakin mudah jika bekerja sama dengan berbagai pihak.
Dibeberapa negara memang sangat keras dalam menerapkan lockdown dan social distand bahkan pemerintah tidak tanggung-tanggung akan memberikan sanksi kepada warganya jika kedapatan melakukan perjalanan keluar rumah tanpa ada tujuan yang jelas. Nah sebenarnya ini bisa kita terapkan saat prosesi mudik yang akan datang, jika para pihak bekerja sama dengan baik. Moda angkutan umum berbanyar di tiadakan digantikan dengan mudik gratis dimana para pemudik yang akan melakukan perjalanan mudik gratis tersebut dilakukan cek kesehatan terlebih dahulu sebelum keberangkatan, hal ini akan meminimalisir pencampuran antara ODP, PDP dengan orang yang sehat, dengan pengecekan ini sudah barang tentu akan menghasilkan pemudik yang sehat dalam satu unit moda transportasi dan sebaiknya moda transportasi yang paling tepat adalah moda transportasi gratis berupa bus, mengapa harus bus? Jika moda transportasi gratis tersebut adalah kereta api  dan pesawat maka beberapa pemudik untuk mencapai tujuannya harus melanjutkan lagi dengan transportasi lainnya dan ini pun akan membuat orang tersebut menjadi rawan tertular oleh orang lain lagi saat di transportasi lanjutannya tersebut, namun jika menggunakan bus maka pemudik akan diturunkan di titik-titik yang dekat dengan rumah para pemudi atau paling tidak bisa terjangkau oleh keluarga di rumah yang akan menjemputnya.  
Nah bagi para pemudik yang nantinya diketahui terdapat virus covid 19 saat pengecekan kesehatan maka di wajibkan untuk dikarantina sampai benar-benar bersih dari virus. Permasalahan pun sebenarnya tidak akan selesai sampai disini sebenarnya, namun akan muncul permasalahan baru yaitu saat pemudik pulang menggunakan kendaraan pribadi, tetapi sebenarnya bukan tanpa solusi karena disinilah peran polisi dibantu oleh berbagai pihak untuk melakukan sidak dalam rangka pengecekan semua kendaraan pemudik jika pemudik tidak membawa surat bebas virus maka wajib memerintahkan untuk kembali ke kota perantauan atau disiapkan tenaga medis untuk dilakukan pengecekan di tempat. Namun sebenarnya jika sosialisasi ini dilakukan beberapa hari sebelum kepulangan pemudik maka akan memudahkan pengecekan, jika pemudik telah membawa surat sehat dan surat jalan maka polantaslah yang akan mengawal prosesi mudik dan wajib dilakukan pengawalan agar supaya terkondisikan sampai ke tempat masing-masing.
Nah mungkin itulah beberapa alternatif yang bisa dilakukan karena yang ditakutkan adalah jika diberlakukan pelarangan mudik yang dikhawatirkan justru malah terjadinya mudik ilegal yang tidak terkontrol karena memang baimanapun juga prosesi mudik adalah prosesi yang telah mengakar dan mendarah daging bagi masyarakat Indonesia.

Senin, 09 September 2019

CARA UJI VARIABEL DENGAN VARIABEL MEDIASI


buat teman-teman yang sedang melakukan penelitian baik skripsi maupun tesis dengan menggunakan variabel penghubung berupa variabel mediasi berikut saya berikan contoh cara mengolah data-datanya. 
ini hanya contoh dengan judul yang saya gunakan sebagai bahan tesis saya, jika teman-teman menggunakan judul yang lainnya namun menggunkan variabel penghubung mediasi maka cara mengolahnya juga akan sama, dan berikut juga saya sertakan file pdfnya klik disini , dan untuk skrip sobel tesnya klik disini. 
semoga bermanfaat. 

#ganang widhi wibowo

Selasa, 20 Agustus 2019

hukum doa qunut saat sholat subuh

sahabat muslim yang insya allah di berkahi allah..

kali ini saya akan membahas permasalahan klasik yang sebenarnya tidak perlu untuk kita bahas, karena memang tidak perlu diperdebatkan, namun permasalahan ini tidak akan selesai tanpa adanya pengetahuan di dalam memahaminya. banyak orang yang mengatakan dalam permasalahan ini seperti ini. "yang pakai doa qunut benar, yang ga pakai doa qunut juga benar, dan yang tidak benar adalah yang tidak sholat". namun bagi kita orang awam tentang agama pasti lah akan muncul pertanyaan dalam benak kita, "sebenarnya yang betul itu yang memakai doa qunut atau tidak?" karena jujur saja saya pribadi masih sering melihat beberapa teman yang senang sekali membahas hal-hal ini bahkan seringkali berdebat mengenai ini karena mereka tidak paham tentang kejadian atau awal mula munculnya doa qunut. 
berbicara masalah hukum disini berbeda dengan sikap hukum, saya berikan contoh saat membacakan "BISMILLAH" di awal sholat itu ada 4 hukum, pertama tidak dibaca, kedua dibaca sir / pelan (sir = dibaca pelan namun masih terdengar oleh orang tersebut), ketiga dibaca jahr / keras, keempat dibaca di rokaat pertama saja kemudian rokaat selanjutnya tidak dibacakan. nah dari empat-empatnya ini adalah hukum membaca bismillah saat sholat, nah sikap hukum adalah hak seseorang untuk memilih hukum mana yang sesuai menurut dirinya, dan dalam hal pembacaan bismillah ini kita wajib memilih salah satu dari ke empat hukum tersebut diatas. oleh karenanya dalam menentukan sikap hukum disini boleh berbeda, asal masih dalam kerangka hukum yang sama, dan ini tidak perlu kita diperselisihkan, karena kita tidak bisa memaksakan sikap hukum orang lain harus sama dengan kita. 
kemudian dalam konteks doa qunut ini sejarah awalnya adalah pada saat awal penyebaran islam pertama saat itu rosulullah kedatangan tamu dari salah satu wilayah yang jauh dengan pusat penyebaran islam pertama, dan tamu tersebut mengatakan bahwa banyak orang di daerah tersebut masuk islam, mendengar ini pun nabi sangat senang. karena si tamu ini meminta rosulullah mengirimkan guru-guru untuk mengajarkan islam maka nabi pun mengutus 70 orang penghafal Qur'an untuk ke daerah tersebut. dalam salah satu riwayat mengatakan pada saat nabi menunaikan sholat subuh (ada yang mengatakan saat sholat magrib) kemudian nabi kedatangan malaikat jibril yang mengatakan bahwa tamu yang datang kepada nabi meminta guru untuk mengajarkan islam telah menipu nabi, dan yang sebenarnya adalah para penghafal Qur'an yang diutus nabi telah dibantai dan dibunuh. disini sisi kemanusiaan nabi pun muncul dan nabi marah saat itu, kemudian setelah kejadian pembantaian tersebut dalam sholat rosul berdoa kepada allah ya allah hukumlah si fulan, laknatlah si fulan dan ini berlangsung selama satu bulan. hingga kemudian Allah pun menurunkan Surah 3 (Ali'Imran) ayat 128-129, yang artinya "itu bukan menjadi urusanmu (muhamnmad) apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim. dan milik Allah-lah apa yang dilangit dan apa yang dibumi. Dia mengampuni siapa yang di kehendaki, dan mengazab siapa yangh dikehendaki. dan Allah maha pengampun, maha penyayang". seorang nabi yang paling dekat dengan Allah, paling disayang Allah, dijamin masuk surga kemudian berdoa meminta kepada Allah untuk mengazab oarang-orang yang telah membunuh pengafal Qur'an di jawab oleh Allah dengan jawaban yang mengejutkan, nah disini Allah menekankan kepada utusan Nya agar tidak ikut mencapuri yang bukan urusannya, dan yang menerima tobat serta mengazab adalah hak Allah. walaupun hanya sebatas doa jika itu adalah doa yang jelek tinggalkan, berdoalah dengan yang baik-baik. kemudian setelah ayat ini turun muncul lah dua kejadian, kejadian pertama adalah nabi kemudian tidak melakukan doa yang meminta melaknat dan menghukum si fulan karena kesalahan dan dosa dosanya, namun nabi menggantinya dengan doa-doa yang baik-baik yang dipenuhi dengan ketaatan kepada Allah, nah dalam bahasa arab sesuatu yang baik yang dimohonkan dengan di barengi dengan ketaatan kepada Allah SWT selanjutnya disebut dengan QUNUT. kemudian doa-doa yang dibacakan nabi setelah turunya ayat tersebut adalah sebagai berikut;

"Allaahumahdinii fiiman hadait, Wa aafinii fiiman aafait, Watawallani fiimantawallait, Wabaariklii fiimaaa toit, Waqini birahmatika syaramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha alaik, Wainnahu layadzillu mawwalait, Walaya idzuman aadait, Tabarak tarabannaa wata aalait, Falakal hamdu alamaa qadhait, Astagfiruka wa atuubu ilaik, Washallalloohu ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ala aalihi washahbihi wabaarik wasallam" (wikipedia)

yang artinya:
Ya Allah semoga Engkau memberikan petunjuk kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan petunjuk, Dan semoga Engkau memberikan keselamatan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan keselamatan, Dan semoga Engkau memberikan pertolongan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan pertolongan, Dan semoga Engkau memberikan berkah kepadaku dari hal yang telah Engkau tetapkan, Dan semoga Engkau memeriksa kami dari rahmat-Mu dari keburukan yang telah Engkau tetapkan, Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukummu, Dan sesungguhnya Engkau tidak bisa hina, orang yang Engkau sayang, Dengan tidak memuliakan orang yang di musuhi oleh-Mu, Dan Mahatinggi Allah maka tetap segala puji bagi-Mu, Oleh hal yang sudah Engkau hukum, aku memohon pengampunan dan taubat kepada-Mu, Dan semoga Engkau menambahkan rahmatnya kepada gusti kita nabi muhammad yang menjadi nabi, dan semua umat Nabi Muhammad dan para sahabatnya, Semoga Allah menambahkan keberkahan dan keselamatan (terjemahan wikipedia).

kemudian ada yang meriwayatkan setelahnya nabi tidak lagi membacakan doa tersebut dan di cukupkan namun nabi mengajarkan kepada para sahabat, dan para sahabat ini pun memprtaktekannya ada yang mempraktekan saat sholat witir, ada yang mempraktekan saat sholat subuh, dan ada juga yang mempraktekan saat sepuluh hari terakhir saat ramadhan. mengetahui ini nabi pun mendiamkan. para pembaca yang di rahmati Allah, karena nabi tidak mengajarkan doa-doa yang jelek tersebu kepada para sahabat dan mengajarkan doa-doa yang baik kepada para sahabat juga nabi mengetahui para sahabat mempraktekan di waktu-waktu yang berbeda-beda serta nabi mendiamkannya, jika nabi saat itu melarang menggunakan doa ini maka permasalahan selesai berarti doa ini tidak usah di gunakan, dan disini nabi pun tidak memeritahkan menggunakan doa ini, jika saat itu nabi memerinytahkan menggunakan doa ini karena doanya bagus maka masalah juga selesai sampai disini. namun disini sikap nabi adalah mendiamkan para sahabat. disini Imam Abu hanifah mellihat bahwa sebelumnya nabi tidak menggunakan doa ini, dan kemudian menggunakan doa ini namun nabi kemudian tidak menggunakan doa ini lagi, maka disini abu hanifah tidak menggunakan doa ini dalam kesempatan sholatnya. namun Imam maliki dan Imam Sfafii menyimpulkan bahwa pertama nabi menggunakan doa yang kemudian Allah memerintahkan menggunakan doa yang baik-baik, kemudian nabi nmengajarkan kepada para sahabat dan nabi tidak melarang ini artinya adalah bahwa doa ini pun dibenarkan jika dibacakan. kemudian Imam Ahmad bin hambal menggunakan jalan tengah dalam sikapnya yaitu beliau sebelumnya nabi tidak menggunakan doa ini kemudian terjadi peristiwa besar dan nabi menggunakan doa ini dan selanjutnya nabi tidak menggunakan doa ini, maka Imam Ahmad bin hambal hanya menggunakan doa ini saat terjadi peristiwa-peristiwa besar saja yang kemudian dikenal dengan Qunut nazilah. Qunut nazilah adalah doa qunut yang dibacakan hanya saat terjadi peristiwa peristiwa besar saja. 
seperti kita tahu bahwa Imam-Imam diatas adalah imam besar yang mengajarkan islam yang diakui dari jaman dahulu hingga sekarang. suatu ketika Imam Abu Hanifah meninggal kemudian datanglah Imam Syafi'i ke tempat Imam abu hanifah, dan saat akan melakukan sholat subuh imam syafi'i diminta untuk mengimami sholat oleh murid-murid imam abu hanifah, saat awal murid imam abu hanifah mengira bahwa imam syafi'i akan menggunakan doa qunut, namun ternyata saat sholat imam syafi'i tidak menggunakan qunut dalam sholatnya, para murid abu hanifah yang heran kemudian menanyakan mengapa imam syafi;i tidak menggunakan doa qunut. dan pertanyaan ini di jawab oleh imam syafi'i dengan jawaban "saya menghormati imam abu hanifah yang tidak menggunakan qunut". indah bukan jawaban beliau? imam besar saja masih masih bersahabat dan duduk bersama salaing menghormati dan menghargai bagaimana dengan kita? imam besar bukan, amalan masih kacau, hadits juga paham sedikit sedikit, iman masih naik turun, jadi makmum di masjid juga jarang jarang lihat ada yang baca doa qunut dan tidak aja masih di perdebatkan. heran ga coba??
nah dari murid masing masing imam ini adalah dari penjuru dunia, bahkan mungkin yang datang dari tanah air dan belajar mendalami ajaran masing masing imam ini juga beda beda, jadi wajar ketika para murid ini pulang ke kampung halaman masing masing mengajarkan apa yang mereka dapatkan ketika belajar di sana, itulah mengapa terjadi perbedaan ada yang membaca doa qunut dan ada yang tidak membacanya. dan tentunya para murid ini pun mereka mengajarkan dengan mengeluarkan dasar datau dalil-dalil yang mereka pelajari.
jadi jelas asal muasal doa qunut adalah dari nabi Muhammad SAW, perkara ada yang mau menggunakan doa ini dasarnya jelas nabi juga memakai doa ini, perkara tidak menggunakan pun jelas nabi hanya menggunakan doa ini sebentar saja saat kejadian dibunuhnya para sahabat saat diutus beliau dan setelah itu di riwayatkan nabi tidak menggunakannya kembali hingga beliau wafat. namun jika doa ini memang tidak diijinkan maka nabi tidak akan mengajarkan kepada para sahabat dan tidak akan mendiamkan walaupun nabi tau para sahabat ada nyang menggunakan dan ada yang tidak menggunakan. jadi untuk doa qunut ini hukumnya cukup jelas, nah perkara berbeda adalah sikap kita terhadap hukum tersebut, boleh menggunakan boleh tidak menggunakan tergantung mana yang kita yakini karena keduanya adalah SAH. 
kemudian akan muncul persoalan bagaimana sikap kita jika kita menjadi makmum di tempat yang berbeda? coba kita lihat tauladan dari para Imam besar yang saling menghargai, tugas makmum adalah mengikuti imam itu wajib. jika imam menggunakan qunut berarti makmum mengikuti imam, perkara meng amini dengan mengangkat tangan itu juga pilihan boleh dengan mengakat tangan boleh tidak mengakat tangan, namun tetap harus mengamini walau dalam hati. nah jika kita biasa menggunakan qunut kemudian berjamaah ditempat yang tidak menggunakan qunut ya kita ga usah lah ya imam sujud trus kita qunut sendiri. 
demikian semoga bermanfaat. 
#AH

Kamis, 15 Agustus 2019

Cara sholat agar khusyu


assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu...

sobat muslim yang insya allah di berkahi allah. Semua pasti  akan setuju dengan pernyataan bahwa kekuatan pondasi bangunan akan menentukan kekokohan bangunan, semakin kuat pondasi maka bangunan juga akan semakin kokoh. itulah gambaran atau pengasumsian pondasi saat kita akan membangun sebuah gedung, apapun gedung yang akan kita buat, maka semakin kuat pondasi akan menjadikan bangunan kita juga semakin kuat dan tahan lama, namun sebaliknya semakin lemah pondasi, maka bangunan yang akan kita bangun diatas pondasi tersebut juga akan mudah rusak, atau bahkan jika kita akan membangun sebuah gedung tanpa adanya pondasi maka bangunan tersebut akan sulit untuk didirikan. 
penggambaran pondasi bangunan ini pun akan sama jika kita terapkan ke podasi agama kita, sholat adalah pondasi umat muslim yang akan menentukan amalan-amalan yang lainnya. dalam islam saking pentingnya sholat sebagai pondasi amalan yang lain, saat hari penghisab-an kelakpun yang akan di hisab/diperhitungkan oleh allah pertama adalah tentang sholat kita, jika kita melakukan sholat maka amalan-amalan lain akan diperhitungkan, namun jika tidak melakukan sholat maka sebanyak apapun amalan-amalan tidak akan dihitung kebaikannya. penganalogian ini bisa dikatakan seperti ini, "jika orang membangun rumah dan dia membuat pondasi terlebih dahulu maka pembangunan bisa dilanjutkan karena sudah ada pondasi, namun jika orang tersebut tidak membuat pondasi maka selengkap apapun material yang sudah di siapkan, sampai kapanpun pembangunan tidak akan bisa dilanjutkan karena tidak adanya pondasi". 
nah dalam pembangunan gedung setelah seseorang yang membuat pondasi maka harus memperhatikan kekuatan pondasinya agar bangunan yang di bangun  diatasnya juga bisa kokoh dan tahan lama, nah kekuatan pondasi ini pun akan tergantung dari komposisi campuran bahan bahan bangunan yang akan digunakan untuk membuat pondasi, jangan sampai kita telah memakan waktu, biaya dan tenaga untuk membuat pondasi ternyata komposisi campuran meterial kita asal-asalan, maka sudah bisa dipastikan bangunan yang akan dibuat diatasnya pun tidak akan sesuai dengan harapan kita. 
dalam melaksanakan sholat pun kita tidak boleh asal-asalan, namun harus memperhatikan hal-hal yang membuat kualitas sholat kita semakin bagus, parameter bagus tidaknya sholat seseorang ini dilihat dari tingkat kekhusyu'an dia dalam melaksanakan sholat. nah penilai tentang khusyuk tidak nya sholat seseorang itu hanya di tangan allah semata. seorang murid yang berhak memberi nilai adalah seorang guru, bukan orang tua dan bukan juga sesama murid, nah ini pun sama, yang bisa memberikan predikat khusyuk hanya allah. tugas guru adalah mengajarkan sesuatu hal dan menguji siswanya apakah siswa tersebut telah menguasai atau belum tentang hal-hal yang di ajarkan seorang guru. begitu juga allah yang menciptakan manusia pun telah memberikan petunjuk atau arahan melalui rasul-Nya dan dengan "guidebook" / buku petunjuknya berupa Al-Qur'an. mencapai sholat yang khusyuk bukanlah perkara yang mudah, janji setan untuk menyesatkan / melalaikan allah pun buka isapan jempol belaka. Khinzib / Khanzab adalah setan yang menggoda orang sholat, itulah tugas yang diberikan "petinggi" setan untuk menyesatkan orang-orang sholat. Rosulullah SAW dalam abu daud mengatakan cara setan ini menggoda adalah saat kita bertakbir mengangkat tangan saat itulah setan ini mulai beraksi dan setan tersebut akan membisikan dalam benak kita "ingatlah ini, ingatlah itu", maka mulailah kita mengingat hal-hal yang bahkan apa yang tidak ingin  kita ingat. jika masih penasaran silahkan pembaca praktekan sendiri sabda nabi ini, mungkin sebelum sholat kita sudah berniat ingin fokus, menginginkan khusyuk, namun kita tidak akan bisa menghindari godaan dari setan ini, begitu kita bertakbir mungkin dorongan hati kita untuk khusyuk tetap bagus, namun "lintasan" hal-hal dalam pikiran pasti akan terjadi, hal-hal ini lah, hal itu lah akan muncul silih berganti, nah itulah tugas setan ini. dan sampai pada ujung hadis ini mengatakan bahwa sampai akan ada orang sholat tidak sadar berapa rokaat yang telah ia kerjakan, dan penulis punya keyakinan para pembaca pasti pernah mengalami hal seperti ini. 
nah untuk mengatasi hal seperti ini ada 2 cara.

pertama menyiapkan ke-khusyuk'an sebelum sholat, nah yang disipakan disini adalah sifat khusyuknya, sifat khusyuk ini disiapkan dengan 2 cara. 
    1. surah 2, ayat 45-46 yang berbunyi "dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. dan (sholat) itu sungguh berat kecuali orang-orang yang khusuk, (yaitu) mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya". suatu ketika kita mendapatkan undangan dari bupati untuk menghadap, apa yang akan kita lakukan? hal sederhana yang akan kita lakukan tentunya kita akan menyiapkan pakaian terbaik kita untuk menghadap bupati, maka disini sifat khusyuk pertama bagi orang yang khusyuk adalah dia akan menyiapkan pakaian terbaiknya untuk memenuhi panggilan Allah. Qur'an surah ke 7 ayat 31 berbunyi "Wahai anak cucu adam! pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan". kita bertemu dengan pencipta kita, pemberi kita rizki, pemberi segala kebutuhan kita, pengampun kesalahan kita, penyembuh segala penyakit, pakaian kita biasa-biasa saja, silahkan cek diri kita masing-masing apakah selama ini kita telah mengenakan pakaian terbaik kita untuk menghadap Allah melalui sholat kita?. disini mungkin akan ada pertanyaan, bukankah aurat laki-laki mulai dari pusar sampai lutut, sedang syarat sah sholat adalah menutup aurat kita. baik disini penulis hanya ingin mengatakan silahkan pembaca setelah membaca tulisan ini sampai masjid imam masjid suruh pakai kaos singlet dan pakai celana 3/4 dan minta dia meng-imami sholat apa yang akan terjadi?? pasti makmum akan mengatakan "woooo... wong gemblung". betul syarat sah sholat adalah menutup aurat kita namun dilihat dari kewajarannya ya tentunya tidak mungkin lah kita menggunakan pakaian alakadarnya untuk menghadap Allah, sedangkan menghadap bupati saja kita menginginkan menggunakan pakaian terbaik kita, paling minim sempurnakanlah wudhu kita, surah 5 ayat 6 berbunyi "Wahai orang-orang yang beriman! apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan basuh kedua kakimu sampai kedua matakaki. jika kamu junub, maka mandilah. dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkanmu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur". nah setelah kita mempersiapkan pakaian kita dan menyempurnakan wudhu maka anggaplah ini adalah panggilan terakhir Allah terhadap kita untuk beribadah. tanamkan itu sedalam dalamnya dalam hati kita, anggap lah bahwa sholat kita yang akan kita lakukan adalah sholat terakhir kita. nah itulah cara pertama.
    2. kemudian cara kedua adalah, surah 29 ayat 45 mengatakan "Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (muhammad) dan laksanakanlah sholat. sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. dan (ketahuilah) mengingat Allah (Sholat) itu lebih besar (keutamaannnya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". dalam bahasa arab di awal ayat berbunyi "Uthlu ma ukhiya" nah uthlu di sini artinya adalah BACALAH, sama dengan Iqro artinya juga BACALAH. namun perbedaan "uthlu" dan "iqro" adalah jika "iqro" hanya sekedar membaca, oleh karenanya pembaca Al Qur'an disebut Qori dan hanya sekedar membaca tanpa mengetahui maknanya. namun "uthlu" artinya tidak sekedar membaca, namun Bacalah, Pahami, dan Amalkan. nah dari jaman dahulu saat acara formal dan terdapat sesi pembacaan Al-Qur'an maka akan ada satu lagi orang yang membacakan terjemahannya yang disebut tilawah. disini fungsi tilawah adalah agar para pendengar yang tidak mengetahui maknanya bisa memahami dan nmengamalkan apa yang dibaca oleh Qori. nah jadi awal ayat yang menyatakan BACALAH KITAB (AL QUR'AN) itu berati bukan hanya membaca namun pahami juga, jadi saat sholat sebaiknya pahami juga makna apa yang kita baca. nah pertanyaannya adalah terus untuk yang tidak bisa artinya bagaimana dong?? nah untuk yang tidak tau artinya belilah Al-Qur'an dan terjemahannya, juga belilah buku tuntunan sholat lengkap, jika tidak mau keluar rumah coba download di play store pasti ada. nah setelah itu baca surah surah yang kita hapal kemudian baca pula artinya dan pahami maknanya, kemudian di tuntunan sholat cari juga apa arti "ALLAHUAKBAR", cari apa arti "SUBHANA ROBIYAL ADHIMI WABIHAMDI" dan seterusnya. setelah surah pendek kita tau apa maknanya, kemudian terapkanlah saat sholat, mulut membaca pikirkanlah makna bacaan kita. nah itulah yang akan membuat efek godaan setan khinzib/khanzab ini berkurang. 
untuk yang cara kedua bersambung ya sobat.. capek neh nulis dan mikirnya.. hehehehe..
semoga bermanfaat,, insya allah

Selasa, 13 Agustus 2019

Anak sebagai "Aset" paling berharga

Sobat muslim yang di muliakan allah..
Tentu kita semua tau bahwa kematian adalah suatu hal yang pasti akan terjadi menimpa siapa pun yang hidup, siapa pun dan dimana pun pasti akan menemui kematian yang waktunya memang tidak akan di ketahui oleh siapapun.
Bagi kita umat muslim yang beriman tentunya akan meyakini yang di sebut sebagai "hari pembalasan" hari dimana semua orang akan mempertanggung jawabkan apa-apa yang telah di perbuat mereka ketika di dunia.. Kepastian kematian yang tidak di ketahui baik penghuni langit maupun penghuni bumi ini lah yang membuat kita harus "berlomba-lomba" dalam menabung kebaikan.
Nah dalam hal pahala ada 2 macam bentuk pahala yang bisa kita kerjakan agar bisa kerjakan.
Pertama yaitu pahala yang diberikan setelah kita mengerjakan kebaikan, misalkan sholat, membaca alquran dll..
Kedua yaitu pahala yang diberikan allah kepada kita dan akan terus diberikan walapun kita telah meninggal, pahala ini yaitu sedekah yang kita berikan untuk kepentingan banyak orang selama itu masih di Pakai orang lain untuk kebaikan maka pahala akan terus mengalir.. Misal ilmu agama yang kita bagikan ke orang-orang, membangun masjid untuk umum dll.. Yang selanjutnya adalah anak Sholeh/sholehah.
Nah kali ini kita akan membahas tentang pahala yang akan kita dapatkan jika kita menginvestasikan anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Sabat pasti lah tau salah seorang sahabat nabi yang bernama ibnu abbas, beliau adalah sahabat sekaligus sepupu dari rosulullah Muhammad saw. Beliau adalah seorang yang berpengetahuan luas dan banyak hadis sahih yang di riwayatkan melalui beliau, sampai meninggalnya beliau hadis yang di hafal oleh beliau kurang lebih sebanyak 2.000 hadis, namun apakah sobat tau bahwa nama ibnu abbas yang sebenarnya adalah Abdullah bin abbas. Ayah beliau bernama abbas bin Abdul muththolib adalah seorang pedagang yang kaya raya, namun meski beliau adalah orang kaya namun berorientasi tentang akhiratnya, dengan kesibukan beliau sebagai seorang pedagang beliau berhasil mendidik anaknya Abdullah menjadi ahli hadis. Abbas sering mendatangi majelis yang di pimpin langsung oleh rosulullah, dan saat Abdullah kecil beliau di doakan oleh rosulullah di mintakan kepada Allah agar sang anak bernama Abdullah Putra dari abbas bin muththolib diberikan kemudahan dalam pemahaman tentang agama, dan benar saat Abdullah dewasa saat itu ayahnya hanya mampu menguasai 200 hadis namun anaknya mampu menguasai 2.000 hadis, maka oleh rosulullah di panggil ibnu abbas, yang berarti anak dari abbas. Yang menarik disini adalah mengapa namanya dikenal dengan nama ayahnya? Mengapa tidak Abdullah bin abbas?
Yang perlu sobat muslim ketahui disini adalah, keberhasilan abbas dalam mendidik anak menjadi sosok yang mampu untuk memahami agama menjadi ahli surga ternyata pahala dari hadis yang disebarkan yang diberikan allah untuk Abdullah bin abbas juga mengalir ke ayahnya abbas bin muththolib tanpa di kurangi sedikit pun. Dan pemikiran abbas tentang akhirat juga di investasi kan kepada anak pertama nya yang bernama fadl bin abbas, jika sobat muslim tau pada saat baginda nabi akan meninggal di pangkuan istrinya beliau saat itu berwudhu terlebih dahulu, nah pertanyaannya siapa kah yang membawa kan air saat beliau berwudhu? Dan dia lah anak pertama abbas yaitu fadl bin abbas.
Nah sahabat muslim, dari paparan kisah ibnu abbas diatas mari kita ambil hikmahnya, bagaimana sosok seorang saudagar kaya yang masih berhubungan dekat dengan nabi saja masih mampu mendidik anak anaknya menjadi seorang ahli agama, mari kita lihat diri kita, dekat dengan nabi juga engga, kaya juga belum tentu kaya, kepastian masuk surga juga masih burem.. Bagaimana kita mendidik anak terkadang juga masih mengadalkan asisten rumah tanggal atau babysitter, kasih makan keluarga juga ga tau halal  atau haram juga masih ga jelas..
Oleh karenanya sobat muslim yang di muliakan allah, mari mulai saat ini kita didik anak anak kita menjadi ahli agama, coba mari kita lihat sosok naja hafidz dan Kayla hafidz, dua anak ini merupakan anak yang memiliki keterbelakangan, naja dengan kekurangan lemah otak ternyata dia mampu menghafal 30 juz kita allah, Kayla dengan dengan yang tidak mampu melihat dunia ternyata dia juga mampu menghafal 30 juz kitab allah. Perlu sobat muslim ketahui, setiap huruf yang di bacakan oleh anak anak ini pahalanya juga akan mengalir kepada orang tuanya tanpa di kurangi sedikitpun, meski orang tuanya kelak meninggal. Dan pahala tersebut akan terus dan terus mengalir selama sang anak ini membaca ayat ayat dalam al qur'an. Dan hebatnya lagi pahala yang diberikan kepada anak yang membaca alquran tiap tiap huruf nya akan diberikan kebaikan sebanyak 10x kebaikan, dan penghafal alquran akan diberikan pahala dalam tiap tiap huruf yang di bacanya akan diberikan kebaikan sebanyak 700x kebaikan.. Dan pahala tersebut juga akan mengalir kepada kedua orang tuanya tanpa di kurangi sedikit pun.. Subhanallah.....
Nah sobat muslim yang di muliakan allah, coba kita renungkan sejenak sejak kita akhir baligh hingga saat sobat muslim baca tulisan ini, telah berapa banyak dosa dosa yang telah kita lakukan baik yang kita Sengaja maupun tidak kita sengaja, dan kebaikan kebaikan apa saja yang sudah kita lakukan.. Apakah cukup dengan sholat? Tahukah sobat sholat itu adalah amalan dasar bagi muslim, namun sholat juga bisa kita jadi kan sebagai penggerus dosa kita jika dilakukan dengan berjamaah.. Jika sobat muslim masih suka sholat sendiri tanpa berjamaah maka kebaikan yang di dapat juga akan standar saja, kita asumsi kan jika sholat sendiri pahala kebaikannya adalah 10x kebaikan maka sholat berjamaah pahala kebaikannya adalah 27x lebih besar atau sama dengan 270 kali kebaikan..
Nah coba lah renungkan sejenak bagaimana sholat kita? Apakah masih sering sendiri atau berjamaah.
Saya berharap jika pembaca adalah seorang anak mari kita renungkan apa yang mau kita berikan kepada orang tua kita, balasan apa yang mau kita berikan selain berusaha menjadi seorang anak yang soleh yang akan mentransferkan pahala kepada orang tua kita, jika pembaca adalah seorang orang tua mari kita pikirkan investasi apa yang akan kita bangun untuk bekal kematian kita?
Saya berharap semoga sedikit tulisan ini bisa mengubah mindset kita tentang investasi akhirat kita.