Rabu, 13 Februari 2019

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN SISTEM INFORMASI

perusahaan mana sih yang tidak menginginkan perusahaan berjalan dengan baik dan maksimal namun dengan dengan biaya yang efisien? semua pasti akan mau. bagaimanapun juga sebuah kelompok / organisasi dibentuk pasti dengan tujuan tertentu, begitu juga dengan organisasi bisnis pastilah tujuan utama dibentuknya adalah untuk mencari keuntungan, dimanapun tempat nya pasti namanya bisnis memiliki tujuan utama mencari keuntungan, terlepas didalamnya akan ada embel-embel kemanusiaan, penyejahteraan anggota ataupun embel embel yang lain namun tetap tujuan utama dibentuknya organisasi bisnis adalah keuntungan dalam bentuk finansial. 

keberhasilan sebuah organisasi sendiri tidak akan lepas dari individu-individu yang ada di dalam organisasi tersebut, sehebat apapun manajemen sebuah organisasi tidak akan bisa berbuat banyak jika individu-individu di dalamnya tidak saling memberikan sumbangsih kepada organisasi tersebut, namun juga sebaliknya sehebat apapun individu-individu di dalam sebuah organisasi tanpa manajemen yang bagus juga organisasi tersebut tidak akan berjalan maksimal. 



dalam tulisan ini saya akan mencoba untuk mengambil nilai-nilai dari film "MONEYBALL" (yang belum pernah nonton saya saranin nonton dulu deh.. ), terutama pengambilan keputisan di tingkat manajemen, mengapa saya ambil nilai manajemennya karena menurut saya manajemen organisasi yang baiklah yang akan menentukan masa depan organisasi tersebut, di level ini lah yang akan ditugaskan untuk mengambil keputusan dalam hal perekrutan dan strategi berbisnis yang menguntungkan untuk organisasi.

menurut Mary Paker Follet bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengotrolan sumberdaya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien, nah disini posisi seorang pimpinan / manager / ketua kelompok / manajemen lah yang akan menentukan trategi bagaimana organisasi tersebut akan berjalan, hal ini terlepas dari sumbangan ide / pemikiran dari semua anggota organisasi, namun bagaimanapun juga yang namanya manajemen yang baik mereka akan mengerahkan segenap kemampuannya untuk menganalisa kemampuan individu-individu yang ada di dalamnya kemudian dia lah yang akan menentukan penempatan individu tersebut di tempat yang sesuai untuk tercapainya sebuah tujuan dengan efektif dan efisien. 

Banyaknya motivasi dan juga latar belakang dari individu yang ada di organisasi inilah yang akan memunculkan sebuah permasalahan / problem internal dalam sebuah organisasi, pemilihan individu dalam seleksi awal anggota oleh manjemen adalah yang menurut saya adalah hal terpenting dan sangat menentukan masa depan organisasi.
Diceritakan dalam fim Moneyball karya Michael Lewis ini bahwa team baseball Oakland merupakan team underdog A (2002), adalah Billi Bean mantan pemain Baseball kenamaan yang saat itu memiliki naluri untuk “menukangi” Oakland, namun disini Bean memiliki masalah yang sangat pelik yaitu keuangan klub yang sangat minim yang mengakibatkan banyak pemain-pemain andalan oakland akhirnya lebih memilih menjadi pemain bebas daripada bertahan di klub oakland yang begaji sangat minim, jika dibandingkan raksasa klub baseball saat itu York Yankees yang memiliki dana cukub banyak sehingga mampu membeli pemain kenamaan maka hampir dipastikan klub oakland tidak akan pernah menjadi juara dalam liga baseball, dan  bisa dipastikan bahwa klub-klub kaya lah yang akan menjadi jawara liga baseball saat itu.
Disinilah kreatifitas Bean diuji kehebatannya, Bean lalu mengontak temannya Petter Breand untuk bertukar pikiran, ide Petter untuk merekrut pemain dengan metode analisis statistik sempat diragukan oleh Bean, namun akhirnya Bean dan General Manager oakland saat itu Paul DePodesta melakukan perekrutan pemain dengan metode analisa statistik lanjutan dalam merekrut pemain.
Dalam perekrutan Bean dan Podesta menemukan bahwa serangkaian metrik yang berbeda, sehingga Bean pun mencari pemain yang terjangkau dan memenuhi kriteria. Bean tidak mempedulikan pemain yang memiliki kelebihan berat badan dan telah melewati masa kejayaannya, namun Bean hanya berfokus pada angka dengan menggunakan analisis yang canggih. Dari hasil seleksi ini Bean mampu memberikan permainan yang menarik dan mampu memberikan kemenangan secara konsisten kepada team oakland.
Fenomena ini ternyata menarik team lawan Boston red Fox untuk menerapkan sistem perekrutan pemain dengan analisis data yang telah diterapkan oleh Bean di team oakland, red fox pun mengontak Bean untuk menukangi red fox namun tawaran yang sempat di terima bean ini akhirnnya ditolak kemudian red fox merekrut Bill James dengan bakat dengan bakat statistiknya, dengan mengadopsi strategi Bean ditambah dengan lebih banyaknya uang yang dimiliki team akhirnya Boston Red Fox pun bisa memenangi World Series.
Meskipun banyak ahli terus percaya bahwa metode tradisional evaluasi pemain, bersama dengan naluri khusus, uang, dan keberuntungan, masih menjadi kunci utama untuk tim yang menang, tim liga utama mengakui bahwa analisis statistik memiliki tempat dalam bisbol . Sampai taraf tertentu, sebagian besar tim liga utama telah memakai prinsip metrik ini, penerapan analisis statistik pada catatan bisbol untuk mengevaluasi kinerja pemain individu. New York Yankees, New York Mets, San Diego Padres, ST Cleveland Indian, dan Toronto Blue Jays semuanya menggunakan analis sabermetrik.

Dari kutipan cerita diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa skill individu masih sangat penting namun pemain yang kurang terampil masih bisa kita andalkan jika di fokuskan pada prosentase pemain-pemain dengan data statistik yang tinggi, inilah mengapa Bean mampu membetuk team yang bagus kinerjanya namun tetap dengan biaya yang minim.

tabel 1
Dari tabel 1 diatas jika di implementasikan untuk tujuan bisnis bisa diartikan bahwa informasi diambil disemua tingkat perusahaan baik di divisi manajemen, perusahaan, maupun teknologi. Kemudian informasi tersebut diolah menjadi sebuah sistem informasi yang jelas sehingga dapat membantu organisasi dalam megambil keputusan dalam menjawab tantangan bisnis dengan efisien dan efektif.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Menurut simon (1960), terdapat empat tahap dalam pengambilan keputusan

tabel 2
  1.  Perumusan masalah : dalam perumusan masalah ini terdiri dari menemukan masalah, pengidentifikasian masalah, memahami permasalahan yang muncul dalam organisasi, dimana masalah tersebut terjadi, apa efek masalah tersebut bagi organisasi.
  2. Desain masalah: pengidentifikasian masalah dan mencari solusi untuk masalah tersebut.
  3. Pilihan: pemilihan solusi yang paling tepat untuk masalah yang muncul.
  4. Pelaksanaan: menerapkan solusi terbaik kemudian melihat seberapa efektif solusi tersebut menyelesaikan masalah yang timbul.

Apa yang terjadi jika solusi kita pilih tidak bekerja dengan baik? Dari tabel 2 diatas bisa kita lihat bahwa kita bisa kembali ke tahap sebelumnya atau jika perlu kita bisa kembali ketahap awal. Contoh dalam menghadapi penurunan penjualan team manajemen penjualan dapat mengambil keputusan memberikan diskon kepada pelanggan, namun jika pemberian diskon ini tidak bekerja maksimal maka team manajemen penjualan bisa menyelediki dari sisi desain produk atau penyebab lain yang memerlukan solusi yang berbeda.

(sumber: Management Informations Systems byKenneth C Laudon - Jane P Laudon // tirthteenh edition)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar