perusahaan
mana sih yang tidak menginginkan perusahaan berjalan dengan baik dan maksimal
namun dengan dengan biaya yang efisien? semua pasti akan mau. bagaimanapun juga
sebuah kelompok / organisasi dibentuk pasti dengan tujuan tertentu, begitu juga
dengan organisasi bisnis pastilah tujuan utama dibentuknya adalah untuk mencari
keuntungan, dimanapun tempat nya pasti namanya bisnis memiliki tujuan utama
mencari keuntungan, terlepas didalamnya akan ada embel-embel kemanusiaan,
penyejahteraan anggota ataupun embel embel yang lain namun tetap tujuan utama
dibentuknya organisasi bisnis adalah keuntungan dalam bentuk finansial.
keberhasilan
sebuah organisasi sendiri tidak akan lepas dari individu-individu yang ada di
dalam organisasi tersebut, sehebat apapun manajemen sebuah organisasi tidak
akan bisa berbuat banyak jika individu-individu di dalamnya tidak saling
memberikan sumbangsih kepada organisasi tersebut, namun juga sebaliknya sehebat
apapun individu-individu di dalam sebuah organisasi tanpa manajemen yang bagus
juga organisasi tersebut tidak akan berjalan maksimal.
dalam
tulisan ini saya akan mencoba untuk mengambil nilai-nilai dari film
"MONEYBALL" (yang belum pernah nonton saya saranin nonton dulu deh..
), terutama pengambilan keputisan di tingkat manajemen, mengapa saya ambil
nilai manajemennya karena menurut saya manajemen organisasi yang baiklah yang
akan menentukan masa depan organisasi tersebut, di level ini lah yang akan
ditugaskan untuk mengambil keputusan dalam hal perekrutan dan strategi berbisnis
yang menguntungkan untuk organisasi.
menurut Mary
Paker Follet bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan
orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah
proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengotrolan
sumberdaya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien, nah disini
posisi seorang pimpinan / manager / ketua kelompok / manajemen lah yang akan
menentukan trategi bagaimana organisasi tersebut akan berjalan, hal ini
terlepas dari sumbangan ide / pemikiran dari semua anggota organisasi, namun
bagaimanapun juga yang namanya manajemen yang baik mereka akan mengerahkan
segenap kemampuannya untuk menganalisa kemampuan individu-individu yang ada di
dalamnya kemudian dia lah yang akan menentukan penempatan individu tersebut di
tempat yang sesuai untuk tercapainya sebuah tujuan dengan efektif dan efisien.
Banyaknya motivasi dan juga
latar belakang dari individu yang ada di organisasi inilah yang akan
memunculkan sebuah permasalahan / problem internal dalam sebuah organisasi,
pemilihan individu dalam seleksi awal anggota oleh manjemen adalah yang menurut
saya adalah hal terpenting dan sangat menentukan masa depan organisasi.
Diceritakan dalam fim
Moneyball karya Michael Lewis ini bahwa team baseball Oakland merupakan team
underdog A (2002), adalah Billi Bean mantan pemain Baseball kenamaan yang saat
itu memiliki naluri untuk “menukangi” Oakland, namun disini Bean memiliki masalah
yang sangat pelik yaitu keuangan klub yang sangat minim yang mengakibatkan
banyak pemain-pemain andalan oakland akhirnya lebih memilih menjadi pemain
bebas daripada bertahan di klub oakland yang begaji sangat minim, jika
dibandingkan raksasa klub baseball saat itu York Yankees yang memiliki dana
cukub banyak sehingga mampu membeli pemain kenamaan maka hampir dipastikan klub
oakland tidak akan pernah menjadi juara dalam liga baseball, dan bisa dipastikan bahwa klub-klub kaya lah yang
akan menjadi jawara liga baseball saat itu.
Disinilah kreatifitas Bean
diuji kehebatannya, Bean lalu mengontak temannya Petter Breand untuk bertukar
pikiran, ide Petter untuk merekrut pemain dengan metode analisis statistik
sempat diragukan oleh Bean, namun akhirnya Bean dan General Manager oakland
saat itu Paul DePodesta melakukan perekrutan pemain dengan metode analisa
statistik lanjutan dalam merekrut pemain.
Dalam perekrutan Bean dan
Podesta menemukan bahwa serangkaian metrik yang berbeda, sehingga Bean pun
mencari pemain yang terjangkau dan memenuhi kriteria. Bean tidak mempedulikan
pemain yang memiliki kelebihan berat badan dan telah melewati masa kejayaannya,
namun Bean hanya berfokus pada angka dengan menggunakan analisis yang canggih.
Dari hasil seleksi ini Bean mampu memberikan permainan yang menarik dan mampu
memberikan kemenangan secara konsisten kepada team oakland.
Fenomena ini ternyata
menarik team lawan Boston red Fox untuk menerapkan sistem perekrutan pemain
dengan analisis data yang telah diterapkan oleh Bean di team oakland, red fox
pun mengontak Bean untuk menukangi red fox namun tawaran yang sempat di terima
bean ini akhirnnya ditolak kemudian red fox merekrut Bill James dengan bakat
dengan bakat statistiknya, dengan mengadopsi strategi Bean ditambah dengan
lebih banyaknya uang yang dimiliki team akhirnya Boston Red Fox pun bisa
memenangi World Series.
Meskipun
banyak ahli terus percaya bahwa metode tradisional evaluasi pemain, bersama
dengan naluri khusus, uang, dan keberuntungan, masih menjadi kunci utama untuk
tim yang menang, tim liga utama mengakui bahwa analisis statistik memiliki
tempat dalam bisbol . Sampai taraf tertentu, sebagian besar tim liga utama
telah memakai prinsip metrik ini, penerapan analisis statistik pada catatan
bisbol untuk mengevaluasi kinerja pemain individu. New York Yankees, New York
Mets, San Diego Padres, ST Cleveland Indian, dan Toronto Blue Jays semuanya
menggunakan analis sabermetrik.
Dari
kutipan cerita diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa skill individu masih
sangat penting namun pemain yang kurang terampil masih bisa kita andalkan jika
di fokuskan pada prosentase pemain-pemain dengan data statistik yang tinggi,
inilah mengapa Bean mampu membetuk team yang bagus kinerjanya namun tetap
dengan biaya yang minim.
![]() |
| tabel 1 |
Dari tabel 1 diatas jika di implementasikan untuk
tujuan bisnis bisa diartikan bahwa informasi diambil disemua tingkat perusahaan
baik di divisi manajemen, perusahaan, maupun teknologi. Kemudian informasi
tersebut diolah menjadi sebuah sistem informasi yang jelas sehingga dapat
membantu organisasi dalam megambil keputusan dalam menjawab tantangan bisnis
dengan efisien dan efektif.
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut simon (1960), terdapat empat tahap dalam
pengambilan keputusan
![]() |
| tabel 2 |
- Perumusan masalah : dalam perumusan masalah ini terdiri dari menemukan masalah, pengidentifikasian masalah, memahami permasalahan yang muncul dalam organisasi, dimana masalah tersebut terjadi, apa efek masalah tersebut bagi organisasi.
- Desain masalah: pengidentifikasian masalah dan mencari solusi untuk masalah tersebut.
- Pilihan: pemilihan solusi yang paling tepat untuk masalah yang muncul.
- Pelaksanaan: menerapkan solusi terbaik kemudian melihat seberapa efektif solusi tersebut menyelesaikan masalah yang timbul.
Apa yang
terjadi jika solusi kita pilih tidak bekerja dengan baik? Dari tabel 2 diatas
bisa kita lihat bahwa kita bisa kembali ke tahap sebelumnya atau jika perlu
kita bisa kembali ketahap awal. Contoh dalam menghadapi penurunan penjualan
team manajemen penjualan dapat mengambil keputusan memberikan diskon kepada
pelanggan, namun jika pemberian diskon ini tidak bekerja maksimal maka team
manajemen penjualan bisa menyelediki dari sisi desain produk atau penyebab lain
yang memerlukan solusi yang berbeda.
(sumber: Management Informations Systems byKenneth C Laudon - Jane P Laudon // tirthteenh edition)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar